HUT RI #81

Penyuluh dan Perangkat Desa Banteran Koordinasi Kegiatan PKK dan Data Keagamaan

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan silaturahmi dan koordinasi dengan perangkat Desa Banteran, Kecamatan Wangon. Pertemuan tersebut diisi dengan perbincangan bersama ibu perangkat desa terkait berbagai kegiatan kemasyarakatan, khususnya program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta pendataan bidang keagamaan di wilayah Desa Banteran. Rabu (30/09)

Dalam suasana yang komunikatif, pembahasan diarahkan pada pentingnya sinergi antara Penyuluh Agama Islam dengan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan pembinaan masyarakat. Kegiatan PKK dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan keluarga, sehingga dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk menyampaikan edukasi keagamaan dan penguatan nilai-nilai keluarga sakinah.

Ni’mah, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa komunikasi dengan perangkat desa perlu terus dibangun agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan lebih terarah. “Kami berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, termasuk dalam kegiatan PKK. Melalui koordinasi ini, kami juga dapat memperoleh gambaran data keagamaan masyarakat yang nantinya dapat menjadi bahan dalam menentukan kegiatan pembinaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Staff Desa Banteran menyambut baik koordinasi yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kami siap mendukung koordinasi dengan Penyuluh Agama, terutama dalam kegiatan PKK dan penyediaan data keagamaan yang diperlukan sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Banteran,” tuturnya.

Melalui silaturahmi dan koordinasi tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara KUA Wangon dan Pemerintah Desa Banteran. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan kegiatan PKK sekaligus memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.(srf)