Penyuluh Jelaskan Makna Asmaul Husna Al Aziz dalam Rutinan Nadzoman Asmaul Husna
Oleh KUA Wangon
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon memberikan penjelasan mengenai makna Asmaul Husna Al Aziz dalam kegiatan rutin pembacaan Nadzoman Asmaul Husna yang dilaksanakan di Mushola Al Fairuz KUA Wangon. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan pegawai untuk mengawali aktivitas dengan dzikir dan mengenal lebih dekat nama-nama Allah SWT. Senin (14/09)
Sarif, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menjelaskan bahwa Al Aziz memiliki makna Allah SWT Yang Maha Perkasa, Maha Mulia, dan tidak terkalahkan. Menurutnya, memahami sifat Al Aziz dapat menumbuhkan keyakinan bahwa segala kekuatan dan kemuliaan pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. “Al Aziz mengajarkan kita untuk menyadari bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Perkasa dan tidak ada satu pun kekuatan yang mampu mengalahkan-Nya,” jelas Sarif.
Sarif menambahkan, pemahaman terhadap Al Aziz hendaknya tidak berhenti pada hafalan, tetapi diwujudkan dalam sikap sehari-hari. Seorang muslim perlu memiliki keteguhan hati, tidak mudah menyerah dalam menghadapi persoalan, serta tetap rendah hati ketika mendapatkan amanah dan keberhasilan. Nilai tersebut dinilai penting bagi para pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Murti, pegawai KUA Wangon, menyampaikan bahwa rutinan Nadzoman Asmaul Husna di Mushola Al Fairuz menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan ketakwaan. “Dengan rutin membaca dan memahami Asmaul Husna, kita tidak hanya melafalkan nama-nama Allah, tetapi juga berusaha mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan serta pelayanan,” ungkap Murti.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nadzoman Asmaul Husna secara bersama-sama. Melalui kegiatan rutin tersebut, keluarga besar KUA Wangon berharap nilai-nilai Asmaul Husna dapat semakin tertanam dalam diri setiap pegawai, sehingga tercipta suasana kerja yang religius, harmonis, dan penuh semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(srf)
