Penyuluh KUA Berjibaku Menyalakan Cahaya Al Quran di Usia Senja

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Banyumas – Semangat tak pernah lekang oleh usia. Di tengah kesejukan, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental di Perum Karen 3 Klahang. Tepatnya di kediaman Bapak Purn. Mayor Sugeng Riyadi, Ketua RT 02 RW 04, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, dibaca penuh harap oleh para usia senja yang istiqomah menuntut ilmu. Rabu (11/02)

Di tempat sederhana itulah, Penyuluh Agama KUA Sokaraja kembali menunjukkan dedikasinya. Pantang menyerah dan berjibaku tanpa lelah, mereka hadir memberikan sentuhan cinta kepada para lansia yang dengan semangat luar biasa belajar membaca Al-Qur’an dari dasar. Setiap hari Rabu, Majelis Taklim Khoerunnisa menjadi saksi perjuangan yang menggetarkan hati.
Bersama M. Fikih dan M. Nuh, kegiatan mengaji berlangsung dengan metode yang sabar, telaten, dan penuh empati. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Meski sebagian peserta harus mengeja perlahan huruf demi huruf hijaiyah, wajah mereka memancarkan kebahagiaan setiap kali berhasil melafalkan ayat dengan benar.

“Kami ingin menghadirkan rasa percaya diri dan kebahagiaan dalam belajar. Usia bukan penghalang untuk dekat dengan Al-Qur’an,” ungkap M. Fikih di sela-sela kegiatan.

Suasana pengajian terasa begitu akrab. Canda ringan sesekali terdengar, memecah ketegangan saat belajar tajwid dan makhraj. Para peserta tidak hanya belajar membaca, tetapi juga saling menguatkan, berbagi cerita kehidupan, dan merajut ukhuwah yang hangat.

Kehadiran Penyuluh KUA Sokaraja bukan sekadar mengajar, melainkan menjadi sahabat, motivator, dan penggerak semangat spiritual di tengah masyarakat. Di rumah Ketua RT yang kini menjelma menjadi taman ilmu, cahaya Al-Qur’an terus dinyalakan—pelan, namun pasti.

Inilah bukti nyata bahwa dakwah tak selalu di mimbar megah. Ia hidup di ruang-ruang sederhana, di hati-hati yang tulus, dan di langkah-langkah kecil yang istiqomah. Dari Perum Karen 3 Klahang, semangat belajar Al-Qur’an di usia senja terus berkobar, mengajarkan kita bahwa selama nafas masih berhembus, menuntut ilmu adalah kehormatan yang tak pernah usang.