Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah Berlindung dari Empat Perkara Perusak Jiwa
Oleh HUMAS
Banyumas – Ketenangan batin dan kesehatan mental merupakan dambaan setiap mukmin dalam menjalani kehidupan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, memberikan tausiyah mendalam bagi jamaah Majelis Taklim (MT) Miftahul Huda, Kecamatan Gumelar, baru-baru ini. Senin (09/03)
Dalam kajian tersebut, Kambali menekankan pentingnya menjaga kesehatan spiritual dengan senantiasa memanjatkan doa perlindungan kepada Allah SWT dari empat perkara negatif yang dapat merusak kualitas hidup manusia.
Materi utama yang disampaikan merujuk pada doa masyhur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Kambali merinci empat hal yang harus diwaspadai oleh setiap muslim:
-
Ilmu yang Tidak Bermanfaat: Ilmu yang hanya berhenti sebagai wacana tanpa amal nyata, atau pengetahuan yang tidak membuat pemiliknya semakin dekat dan takut kepada Sang Pencipta.
-
Hati yang Tidak Khusyuk: Kondisi hati yang keras, lalai, dan sulit merasakan kehadiran Allah dalam ibadah. Hati yang tidak khusyuk membuat aktivitas ibadah terasa hambar dan sekadar rutinitas fisik.
-
Jiwa yang Tidak Pernah Puas: Sifat serakah atau hubbud dunya (cinta dunia berlebihan). Sifat ini menyebabkan seseorang selalu merasa kurang, sulit bersyukur, dan terjebak dalam perlombaan duniawi yang tiada ujung.
-
Doa yang Tidak Dikabulkan: Terhalangnya komunikasi antara hamba dengan Tuhannya. Bapak Kambali mengingatkan bahwa hal ini seringkali dipicu oleh konsumsi makanan yang tidak halal atau kemaksiatan yang terus dilakukan tanpa taubat.
"Keempat hal ini merupakan penghambat kebahagiaan sejati. Seorang hamba yang terlindungi dari perkara ini akan memiliki ketenangan batin dan keberkahan dalam setiap langkahnya," tegas Kambali di hadapan para jamaah yang menyimak dengan antusias.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program konsisten KUA Gumelar dalam membina mental dan spiritual masyarakat hingga ke tingkat desa. Melalui pemahaman doa ini, diharapkan para jamaah tidak hanya terpaku pada ritual lahiriah, tetapi juga melakukan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs).
Suasana tausiyah berlangsung sangat khidmat dan diakhiri dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Gumelar, khususnya jamaah MT Miftahul Huda, senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertaqwa serta bijaksana dalam menghadapi dinamika kehidupan.
