Penyuluh KUA Isi Santapan Rohani di RRI Purwokerto

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Purwokerto – Gema syiar Islam mulai terasa di wilayah Banyumas dan sekitarnya meski Ramadhan masih dalam hitungan hari. Suasana studio Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto tampak khidmat saat jajaran Penyuluh Agama Islam dari KUA Jatilawang hadir untuk melakukan rekaman program spesial santapan rohani. Senin (23/02/26)

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari program rutin tahunan. Para penyuluh agama berkomitmen untuk menyapa umat melalui frekuensi radio, membawa pesan-pesan kesejukan yang dapat diakses oleh masyarakat luas selama bulan puasa mendatang.

Rais Rudiansyah, salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang yang bertugas hari ini, membawakan materi kultum dengan tajuk yang sangat menyentuh hati: "Waktu Terbaik untuk Kembali kepada Allah." Dalam narasinya, ia menekankan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka lebar, namun momentum Ramadhan adalah saat paling emas bagi setiap hamba untuk memperbaiki diri.

"Kita sering kali menunda pertobatan karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal, waktu terbaik untuk kembali adalah saat ini juga, sebelum kesempatan itu tertutup selamanya," ujar Rais di sela-sela proses rekaman yang berlangsung di studio siaran.

Tak hanya memberikan tausiyah singkat, Rais juga menunjukkan kemampuannya dalam seni membaca Al-Qur'an. Ia melaksanakan rekaman Tilawatil Qur'an dengan melantunkan dua maqro pilihan. Pertama, ia membacakan Surah An-Nisa ayat 51 hingga 53, kemudian dilanjutkan dengan Surah Al-Isra ayat 71 hingga 73 dengan irama yang syahdu dan tajwid yang terjaga.

Pemilihan ayat-ayat tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam bagi para pendengar RRI Purwokerto mengenai petunjuk hidup dan peringatan-peringatan Allah bagi umat manusia. Suasana studio pun berubah menjadi tenang saat lantunan ayat suci mulai berkumandang dari balik mikrophon.

Kepala KUA Jatilawang menyampaikan bahwa kolaborasi dengan RRI ini merupakan langkah strategis dalam dakwah modern. Dengan memanfaatkan media massa, jangkauan bimbingan penyuluhan tidak lagi terbatas pada majelis taklim di tingkat desa, melainkan mampu menembus batas ruang dan waktu melalui siaran radio maupun platform digital.

Secara keseluruhan, proses produksi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut berjalan dengan sangat lancar dan tanpa kendala teknis. Rekaman ini dijadwalkan akan mengudara secara berkala untuk menemani waktu luang maupun saat menjelang berbuka puasa masyarakat Banyumas Raya sepanjang bulan Ramadhan 1447 H.