Penyuluh KUA Purwokerto Utara Beri Bimbingan Rohani di Rutan Kelas IIB Banyumas
Oleh HUMAS
Purwokerto – Dalam rangka pembinaan mental dan spiritual warga binaan, Tini Hayatur Rohmah, Penyuluh Agama Islam Ahli Madya Kecamatan Purwokerto Utara, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan putri di Rutan Kelas IIB Banyumas. Selasa (03/03/26).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan bersama Al Iproh, dengan mengangkat tema “Puasa Melatih Kesabaran”. Sebanyak 18 warga binaan putri mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan khidmat.
Dalam penyampaiannya, Tini Hayatur Rohmah menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pendidikan jiwa untuk membentuk pribadi yang sabar dan kuat secara spiritual.
Beliau memaparkan bahwa terdapat tiga bentuk kesabaran yang dilatih melalui puasa, yaitu:
- Kesabaran dalam ketaatan kepada Allah, seperti disiplin menjalankan ibadah, menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan kewajiban dengan penuh keikhlasan.
- Kesabaran dalam meninggalkan maksiat atau larangan Allah, yakni kemampuan menahan diri dari perbuatan dosa, menjaga lisan dari perkataan buruk, serta mengendalikan emosi dan hawa nafsu.
- Kesabaran saat diuji atau menghadapi cobaan, termasuk menerima keadaan dengan lapang dada, tetap berprasangka baik kepada Allah, serta menjadikan ujian sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.
“Puasa adalah madrasah kesabaran. Dari sinilah kita belajar menata hati, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya dalam ceramah tersebut.
Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Beberapa warga binaan mengajukan pertanyaan seputar hukum puasa, kondisi-kondisi yang membolehkan tidak berpuasa, serta bagaimana sikap yang tepat jika memiliki keterbatasan dalam menjalankan ibadah puasa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan yang mudah dipahami dan penuh motivasi.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan menumbuhkan semangat hijrah serta perbaikan diri bagi para warga binaan. Melalui bimbingan keagamaan yang rutin, diharapkan mereka semakin mantap menjalani proses pembinaan dan memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan hingga selesai, ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta diberi kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan ke depan.
