HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Bekali Siswa MIMA NU Banjaranyar dengan Fikih Kitab Safinah

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Banjaranyar — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Suroso, memberikan pembelajaran keagamaan kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6 MIMA NU Banjaranyar melalui kajian Kitab Safinatunnajah, khususnya materi Arkanul Iman (Rukun Iman). Jumat (18/09)

Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan di ruangan UKS MIMA NU Banjaranyar, dan berlangsung selama kurang lebih satu jam. Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 dengan suasana pembelajaran yang interaktif dan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut, Suroso menyampaikan materi fikih yang bersumber dari Kitab Safinatunnajah sebagai salah satu kitab dasar yang banyak dipelajari di lingkungan pesantren. Materi Arkanul Iman diberikan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dasar keislaman sejak dini, khususnya sebagai bekal dalam memahami dan menjalankan ajaran agama.

Suroso menjelaskan bahwa pembelajaran Kitab Safinah di tingkat sekolah dasar diharapkan dapat menjadi dasar bagi para siswa untuk mempelajari fikih Islam secara lebih mendalam. Pengetahuan tersebut nantinya diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai pondasi dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Melalui pembelajaran Kitab Safinah, kami berharap anak-anak mendapatkan dasar ilmu fikih yang kuat sejak dini. Tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat,” ujar Suroso.

Pembelajaran Kitab Safinah tersebut juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi siswa-siswi MIMA NU Banjaranyar, sekaligus memperkaya wawasan keagamaan mereka di luar pembelajaran formal di kelas.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari para orang tua atau wali murid. Mereka berharap kegiatan pembelajaran keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan berkelanjutan, sehingga anak-anak memperoleh pembinaan agama secara konsisten sejak usia sekolah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala MIMA NU Banjaranyar, Amru Hidayat, beserta para guru. Menurut pihak sekolah, kegiatan pembelajaran berbasis kitab tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik.

Dengan adanya sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, MIMA NU Banjaranyar, para guru, serta orang tua/wali murid, pembelajaran keagamaan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam menanamkan pemahaman keislaman, kecintaan terhadap ilmu agama, serta pengamalan ajaran Islam sejak dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. (Kontributor:Suroso).