Penyuluh KUA Sokaraja Ikuti Apel Pagi ASN, Kepala KUA Dorong Peningkatan Layanan dan Skill
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Sokaraja mengikuti apel pagi sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kualitas kinerja, serta membangun komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat. Senin (05/10)
Apel pagi yang dilaksanakan di lingkungan KUA Sokaraja tersebut menjadi momentum untuk menyatukan semangat seluruh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, serta seluruh jajaran ASN KUA Sokaraja.
Dalam arahannya, Kepala KUA Sokaraja, Umar Abidin, mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keterampilan (skill) dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin berkembang sehingga ASN KUA harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan berintegritas.
“Mari kita tingkatkan pelayanan dan skill. Masyarakat membutuhkan kita bukan hanya hadir secara administratif, tetapi juga mampu memberikan solusi, pendampingan, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkap Akhmad Arifudin, Penyuluh Agama Islam Sokaraja.
Bagi Penyuluh Agama Islam, peningkatan kompetensi menjadi hal penting karena tugas penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, pembinaan keluarga, penguatan moderasi beragama, serta membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan.
Semangat meningkatkan kualitas pelayanan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang diberikan kepada seorang ASN harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesionalitas, dan keadilan. Pelayanan kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban kedinasan, tetapi juga bagian dari amanah yang akan dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Nilai tersebut menjadi motivasi bagi seluruh ASN KUA Sokaraja agar kehadiran mereka benar-benar memberikan manfaat. Setiap pelayanan yang diberikan dengan tulus, setiap masyarakat yang dibantu, dan setiap persoalan yang mendapatkan pendampingan merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Kepala KUA Sokaraja juga mendorong seluruh ASN agar tidak berhenti belajar. Perubahan zaman, perkembangan teknologi informasi, serta semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat menuntut aparatur untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam komunikasi, teknologi digital, administrasi, maupun kompetensi teknis dan sosial.
Bagi Penyuluh Agama, peningkatan skill juga menjadi bekal untuk memperluas jangkauan dakwah dan pelayanan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, penyuluh dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif, moderat, dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Apel pagi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas kedinasan, tetapi menjadi penguat komitmen bersama untuk menghadirkan KUA yang semakin profesional, responsif, humanis, dan dekat dengan masyarakat.
Dengan semangat disiplin, peningkatan kompetensi, dan pelayanan yang berorientasi pada kemanfaatan, ASN KUA Sokaraja diharapkan mampu menjadi pelayan masyarakat yang tidak hanya bekerja sesuai tugas, tetapi juga bekerja dengan hati.
“Kerja dengan disiplin, layani dengan hati, tingkatkan kompetensi, dan jadikan setiap tugas sebagai ibadah serta jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.”
