Penyuluh KUA Wangon Ajak Jamaah MT Manakib Teladani Akhlak Syekh Abdul Qodir Al Jailani
Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Manakib Wangon dalam kegiatan rutinan malam Selasa. Kegiatan yang diikuti jamaah majelis taklim tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Syekh Abdul Qodir Al-Jailani”. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan pemahaman jamaah terhadap keteladanan ulama besar dalam kehidupan beragama. Selasa (03/11)
Dalam penyampaian materinya, Sarifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menjelaskan bahwa Syekh Abdul Qodir Al-Jailani merupakan sosok ulama yang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama, ketakwaan, kezuhudan, serta akhlak yang mulia. Beliau mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus membangun hubungan baik dengan sesama manusia.
Sarifudin menyampaikan bahwa meneladani Syekh Abdul Qodir Al-Jailani tidak cukup hanya dengan membaca manakib dan mengenal perjalanan hidup beliau, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata. Di antaranya membiasakan kejujuran, rendah hati, sabar, ikhlas dalam beribadah, menghormati orang lain, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Melalui kegiatan rutinan manakib ini, mari kita mengambil hikmah dari perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Jangan sampai kita hanya mengenal nama dan kisah beliau, tetapi belum berusaha meneladani akhlaknya. Ilmu yang kita pelajari hendaknya mampu memperbaiki ibadah, perilaku, dan hubungan kita dengan sesama,” ungkap Sarifudin. Jamaah MT Manakib Wangon juga menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan tambahan wawasan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Melalui kegiatan Bimluh rutinan malam Selasa ini, KUA Wangon terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan. Diharapkan MT Manakib Wangon tidak hanya menjadi wadah mempererat silaturahmi dan melestarikan tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlakul karimah, serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. (srf)
