Penyuluh KUA Wangon Impikan Ruang Representatif dan Ruang Podcast
Oleh KUA Wangon
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon terus berupaya mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan tugas pembinaan umat. Salah satu gagasan yang muncul adalah menghadirkan ruang yang representatif serta ruang podcast sebagai sarana pendukung kegiatan penyuluhan, edukasi, dan komunikasi keagamaan dengan masyarakat. Senin (24/08)
Ruang representatif diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berdiskusi, menerima konsultasi, melakukan koordinasi, maupun menyusun berbagai program pembinaan masyarakat. Sementara ruang podcast dapat dimanfaatkan untuk memproduksi konten-konten edukasi keagamaan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui media digital.
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut penyuluh untuk terus beradaptasi dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. “Kita perlu memiliki ruang yang mendukung kreativitas penyuluh. Dengan adanya ruang podcast, materi keagamaan dapat dikemas lebih menarik dan disampaikan kepada masyarakat melalui media yang mereka gunakan sehari-hari,” ujar Zainur.
Senada dengan hal tersebut, Sarif mengatakan bahwa ruang yang representatif akan memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan produktivitas pegawai dalam menjalankan tugas. “Kami memiliki impian agar KUA Wangon mempunyai ruang representatif dan ruang podcast. Bukan sekadar untuk memperindah kantor, tetapi benar-benar menjadi tempat berkarya, berdiskusi, dan menyebarkan konten positif bagi masyarakat,” ungkap Sarif.
Gagasan tersebut diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Dengan tersedianya ruang representatif dan ruang podcast, KUA Wangon diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan dan pembinaan umat yang kreatif, komunikatif, serta mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.(srf)
