Penyuluh Lintas Iman dan Tokoh Adat Hadiri Kegiatan di Sendang Wangi Kuning Wlahar
Wangon – Penyuluh lintas iman bersama tokoh adat mengikuti kegiatan di Sendang Wangi Kuning, Desa Wlahar, sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga kerukunan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Kehadiran para penyuluh dan tokoh adat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi lintas latar belakang, serta memperkuat semangat hidup berdampingan secara damai. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Jum'at (16/10)
Sendang Wangi Kuning merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat setempat. Kegiatan yang diikuti penyuluh lintas iman dan tokoh adat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi lokal sekaligus membangun kesadaran bahwa keragaman budaya dan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Melalui perjumpaan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam menjalin hubungan sosial yang harmonis tanpa mengabaikan nilai-nilai yang diyakini masing-masing.
Joharulloh, salah satu penyuluh agama yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh lintas iman penting untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat. “Kami hadir untuk menjalin silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, dan memperkuat sikap saling menghormati. Perbedaan keyakinan maupun latar belakang budaya hendaknya menjadi alasan untuk saling mengenal dan bekerja sama dalam menjaga kedamaian,” ungkap Joharulloh.
Para penyuluh agama yang hadir juga memandang bahwa dialog dan kebersamaan dengan tokoh adat dapat menjadi sarana membangun pemahaman yang lebih baik terhadap kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, tokoh adat menekankan pentingnya menjaga tradisi lokal sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dirawat bersama. “Tradisi merupakan bagian dari perjalanan masyarakat yang mengandung nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap sesama. Kami berharap silaturahmi seperti ini terus terjalin agar kerukunan dan budaya lokal tetap terjaga,” ungkap salah satu tokoh adat.
Melalui kegiatan di Sendang Wangi Kuning, Desa Wlahar, diharapkan hubungan antara penyuluh lintas iman, tokoh adat, dan masyarakat semakin erat. Kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam menumbuhkan toleransi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kelestarian budaya lokal dengan tetap menghormati keyakinan setiap orang. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. (Srf)
