Penyuluhan Kepada Penyuluh
Oleh penyuluh
Purwokerto : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan yang berlangsung pada Hari Selasa, bertempat di Aula Al Ikhlas Kankemenag Kabupaten Banyumas dan diikuti oleh 27 orang Penyuluh Agama Islam, 2 orang Penyuluh Agama Kristen, 2 orang Penyuluh Agama Katolik, 1 orang Penyuluh Agama Hindu, 1 orang Penyuluh Agama Buda, 1 orang Penyuluh Agama Konghucu dan 1 orang Penyuluh Kepercayaan. ( Selasa, 12/10)
Narasumber pada kegiatan ini adalah Penyuluh Narkoba Seksi Pencegahan dan Pemberdayaaan Masyarakat Toni Riyamukti, S.H., M.H. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Pokjaluh, FKPAI Kabupaten Banyumas dengan BNN Kabupaten Banyumas.
Lubab Habiburrohman selaku Ketua Pokjaluh dan Ketua SPALI mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan yang tertunda karena sudah direncanakan sebelum ada pandemi, sehingga baru terealisasi saat ini.
"Maksud kegiatan ini tidak lain adalah untuk membekali penyuluh bidang narkoba dan penguatan kapasitas, agar nantinya terjun dimasyarakat mempunyai bekal yang cukup", terangnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag yang diwakili oleh Kasubbag TU H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa penyuluh agama harus mandiri dan berprestasi.
"Jaga kekompakan maka penyuluh akan hebat, kordinasi setiap ada kegiatan dengan pimpinan", pungkasnya.
Materi bahaya narkoba oleh Tony Riyamukti, S.H., M.H. yang dimoderatori oleh ketua FKPAI Kabupaten Banyumas Faisal Riza, S.Ag., M.S.I memaparkan dengan antusias dan menarik.
"Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang", paparnya.
Kegiatan ngobrol bareng bahaya narkoba diakhiri dengan dialog interaktif dengan peserta. (Lubab Habiburrohman)
2.png)