Peran Penyuluh Agama dalam Mencegah Stunting

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengadakan pembinaan dan pengarahan untuk penyuluh seluruh agama lintas iman di Aula Al Ikhlas Kankemenag Banyumas (16/3/2023)

Dalam pembinaannya, H. Azis Muslim S.Ag, M.Pd.I selaku Kankemenag Banyumas menyampaikan bahwa kementerian agama tidak hanya mengurus masalah agama saja. Tetapi juga berperan dalam pencegahan stunting.

“Penyuluh agama selaku ujung tombak Kementerian Agama harus terus berperan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terhadap masalah keagamaan di lingkungannya tetapi juga berkewajiban menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat, contohnya pencegahan stunting. Dalam penyuluhan juga harus menghimbau para orang tua harus memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun terhadap anaknya. Agar gizi pada anak terjamin dan terhindar dari stunting”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Kemenag juga menyampaikan kampanye mandatori halal di pasar Banyumas dan pasar Karanglewas yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 18 Maret 2023.

“Tahun ini di targetkan 1 juta sertifikat halal bagi pelaku usaha. Jawa tengah terbaik di tingkat nasional dalam sertifikat halal,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut H Azis Muslim juga mengapresiasi beberapa Penyuluh Agama Islam yang yang sukses dalam pendampingan sertifikasi halal diantaranya Nadzifatul Choirun Nisa (Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur), Suroso (Penyuluh Agama Islam Sokaraja) dan Rais Nurdiansyah (Penyuluh Agama Islam Jatilawang) Berdasarkan evaluasi direktur halal center walisongo banyaknya penyuluh yg belum menjalankan tugas sebagai PPH.

Dalam pesan kepala kantor juga menghimbau agar penyuluh agama tidak boleh menjadi aktivis , “ Penyuluh dilarang masuk wilayah politik praktis, termasuk tempat-tempat ibadah tidak boleh menjadi ajang kampanye partai politik”, pungkasnya.(Joel)