Peran Serta Penyuluh KUA Kalibagor dalam Penanggulangan Stunting di Desa Petir
Oleh KUA kalibagor
Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibagor, Amin Makhasin, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Ia berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rembug Stunting Desa Petir yang digelar di Aula Balai Desa Petir. Rabu (23/09).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran lintas sektoral, di antaranya Camat Kalibagor, Kepala Puskesmas (Kapus) Kalibagor, Pendamping Desa, Kepala Desa Petir, kader kesehatan PKK, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Amin Makhasin diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi dan pesan-pesan keagamaan (diniyah) yang berkaitan dengan urgensi penanganan stunting. Ia menekankan bahwa Islam sangat memperhatikan kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa.
"Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab medis semata, tetapi juga bagian dari ikhtiar religius untuk melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan sehat, baik secara fisik maupun mental," ungkap Amin Makhasin di hadapan para peserta rembug.
Rembug Stunting Desa Petir ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi dan merumuskan Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes) tahun berikutnya terkait intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kehadiran unsur keagamaan melalui Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu memperkuat pendekatan persuasif kepada masyarakat, mengingat pemahaman keagamaan seringkali menjadi basis yang efektif dalam mengubah perilaku pola asuh anak di tingkat keluarga.
Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, dan unsur keagamaan ini, Desa Petir optimis dapat menekan angka stunting demi mewujudkan anak-anak yang tumbuh sehat dan berkualitas.
(Mediakua/Kalibagor)
