Perkuat Fondasi Rumah Tangga, KUA Jatilawang Bekali Catin Melalui Bimwin Mandiri

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang – Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di wilayahnya. Pada hari ini, suasana di ruang aula KUA Jatilawang tampak berbeda dengan hadirnya sepasang calon pengantin (catin) asal Desa Gentawangi yang tengah serius mengikuti sesi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara mandiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari prosedur wajib sekaligus layanan prima KUA untuk memastikan setiap pasangan memiliki bekal spiritual dan mental yang cukup sebelum melangkah ke pelaminan. Senin (06/04)

Kegiatan bimbingan ini dilaksanakan segera setelah pasangan tersebut menyelesaikan tahapan pemeriksaan berkas administrasi nikah bersama Penghulu. Pemeriksaan dokumen ini bertujuan untuk memastikan validitas data dan kesiapan hukum kedua mempelai. Sesaat setelah dinyatakan lengkap secara administratif, kedua catin diarahkan untuk mendapatkan suntikan ilmu melalui sesi Bimwin yang dipandu langsung oleh fungsional Penyuluh Agama Islam.

Rais Rudiansyah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang yang bertugas memberikan materi, mengangkat tema sentral bertajuk "5 Pilar Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, warahmah". Dalam paparannya, Rais menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal di atas kertas, melainkan janji kokoh (mitsaqan ghalizha) yang harus dirawat dengan prinsip kesalingan, mulai dari komitmen berpasangan hingga musyawarah dalam rumah tangga.

"Membangun rumah tangga itu ibarat mendirikan bangunan yang megah; pondasinya harus kuat. Lima pilar ini—mulai dari komitmen pada ikatan pernikahan hingga memperlakukan pasangan secara makruf—adalah kunci agar biduk rumah tangga tetap stabil meski diterjang badai ujian," ujar Rais di sela-sela pemaparan materinya di hadapan calon pengantin yang menyimak dengan penuh antusias.

Selama sesi berlangsung, interaksi hangat tercipta antara penyuluh dan peserta. Bimwin mandiri ini dirasa lebih efektif karena memberikan ruang diskusi yang lebih privat dan mendalam dibandingkan dengan kelas klasikal besar. Pasangan asal Gentawangi tersebut tampak aktif berdialog mengenai tantangan-tantangan praktis dalam kehidupan berkeluarga di era modern, yang dijawab dengan lugas dan menyejukkan oleh narasumber.

Acara bimbingan yang berlangsung khidmat tersebut berjalan dengan lancar hingga akhir sesi. Sebagai bentuk apresiasi dan keramahan pelayanan, pihak KUA Jatilawang menutup kegiatan dengan pemberian bingkisan snack kecil kepada pasangan calon pengantin. Pertemuan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus simbol kesiapan pasangan tersebut untuk menyongsong hari bahagia mereka dengan bekal ilmu yang mumpuni.