HUT RI #81

Perkuat Karakter Religius Remaja, Penyuluh Bahas Bahaya Ilmu Tanpa Amal dan Ibadah Tanpa Ilmu di MTs Manbaul Falah

K
KUA purwojati
16 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 12:23
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Muhamad Zaelani, melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs Manbaul Falah. Dalam kegiatan tersebut, Zaelani menyampaikan materi tentang bahaya orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya serta orang bodoh yang beribadah tanpa didasari ilmu yang benar. Jumat (16/10)

Dalam penyampaiannya, Zaelani menjelaskan bahwa ilmu agama seharusnya menjadi pedoman untuk memperbaiki perilaku dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seseorang yang telah memahami ajaran agama, tetapi tidak mengamalkannya, berisiko menjadi teladan yang buruk bagi orang lain. Ilmu yang dimiliki semestinya tercermin dalam akhlak, perkataan, dan perbuatan sehari-hari.

Di sisi lain, Zaelani mengingatkan bahwa semangat beribadah juga harus disertai pemahaman agama yang memadai. Ibadah yang dilakukan tanpa ilmu dapat menyebabkan seseorang keliru dalam memahami tuntunan syariat, bahkan berpotensi melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, para siswa perlu menyeimbangkan semangat beribadah dengan kesungguhan dalam belajar agama.Zaelani mengaitkan materi tersebut dengan ungkapan dalam tradisi keilmuan Islam yang menjelaskan bahwa orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan orang bodoh yang tekun beribadah sama-sama dapat menjadi fitnah besar bagi kehidupan beragama. Pesan ini menjadi pengingat bagi para siswa agar tidak berhenti pada pengetahuan atau rutinitas ibadah semata, tetapi terus berusaha memahami ajaran Islam dan menerapkannya secara benar.

Melalui kegiatan BRUS ini, para siswa MTs Manbaul Falah diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati dalam membina karakter remaja agar memiliki landasan keagamaan yang kuat di tengah berbagai tantangan zaman.