PKG Bukan Sekadar Penilaian, Melainkan Cermin Amanah dan Muhasabah Diri GTK MTs Negeri 3 Banyumas
Banyumas — Komitmen untuk terus bertumbuh menjadi pendidik yang profesional, berintegritas, dan berkarakter kembali diteguhkan oleh keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas melalui kegiatan Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Laely Mahmudah, ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang reflektif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Sebelum pelaksanaan PKG, seluruh guru terlebih dahulu mendapatkan pembinaan dari Kepala Madrasah, H. Sudir, yang memberikan penguatan motivasi sekaligus mengingatkan kembali makna tanggung jawab dan amanah sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Sabtu (17/10)
Dalam pembinaannya, H. Sudir mengajak seluruh guru untuk kembali menyelami hakikat profesi pendidik melalui empat peran penting yang harus senantiasa hadir dalam setiap langkah pengabdian, yakni Mu’allim, Mudarris, Murabbi, dan Muaddib. Mu’allim adalah pendidik yang menanamkan ilmu dan nilai kebaikan; Mudarris merupakan penyampai materi ajar yang memastikan ilmu dapat dipahami dengan baik; Murabbi hadir sebagai pembimbing yang mendampingi pertumbuhan dan perkembangan murid; sedangkan Muaddib merupakan pembentuk adab dan akhlakul karimah. Keempat peran tersebut bukan sekadar istilah, melainkan ruh pengabdian yang semestinya tercermin dalam sikap, ucapan, keteladanan, serta praktik pembelajaran sehari-hari.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menegaskan bahwa Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Penilaian Kinerja Guru tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif atau sekadar memenuhi kewajiban di atas kertas. Keduanya harus menjadi cermin diri untuk mengenali kekuatan, memperbaiki kekurangan, dan menumbuhkan kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja. Penilaian bukan semata-mata tentang angka, kelengkapan dokumen, atau hasil akhir, tetapi juga tentang sejauh mana setiap guru telah menjalankan amanahnya dengan sungguh-sungguh. Di sinilah pentingnya evaluasi diri, ketika setiap capaian disyukuri, setiap kekurangan diakui, dan setiap tantangan dijadikan pijakan untuk melakukan perbaikan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalitas seorang guru tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga dari kesungguhan membimbing murid, keteladanan dalam berperilaku, kedisiplinan menjalankan tugas, serta kepedulian terhadap kebutuhan belajar mereka. Guru yang terus belajar adalah guru yang tidak berhenti mengevaluasi diri. Guru yang amanah adalah guru yang memahami bahwa setiap tanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya dalam penilaian kedinasan, melainkan juga dalam dimensi moral dan spiritual. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan MTs Negeri 3 Banyumas dalam mewujudkan madrasah yang berkualitas, berkarakter, dan senantiasa membawa keberkahan.
Setelah pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk membahas perkembangan proses pembelajaran, berbagai dinamika yang dihadapi guru, serta kendala yang muncul dalam mendampingi murid. Forum ini menjadi ruang komunikasi dan refleksi bersama agar persoalan pembelajaran tidak dipandang sebagai beban individual, melainkan sebagai tantangan yang perlu dicarikan solusi melalui kolaborasi. Berbagai informasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi pembelajaran, meningkatkan efektivitas pendampingan, dan memastikan kebutuhan murid mendapatkan perhatian yang semestinya. Dengan demikian, PKG tidak hanya menjadi kegiatan penilaian, tetapi juga momentum untuk menyamakan persepsi, menguatkan sinergi, dan membangun komitmen perbaikan secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan PKG ini, MTs Negeri 3 Banyumas kembali meneguhkan bahwa kualitas madrasah bertumbuh dari kesungguhan setiap insan di dalamnya dalam menjaga amanah dan memperbaiki kualitas pengabdian. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan seorang guru bukan hanya terlihat dari apa yang tertulis dalam laporan kinerja, melainkan dari ilmu yang tersampaikan, karakter yang terbentuk, adab yang tumbuh, dan masa depan murid yang semakin terarah. PKG menjadi ruang evaluasi, SKP menjadi arah pencapaian, dan muhasabah diri menjadi kekuatan untuk terus berbenah. Dengan semangat tersebut, keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas terus melangkah mewujudkan Madrasah KEREN NG’TREN yang bertakwa, kreatif dan terampil, beradab, serta berkomitmen pada keberkahan lingkungan.
