HUT RI #81

Ini Alasan Mengapa Menjaga Sumber Air Jadi Bentuk Nyata Ajaran Agama

P
Pokjaluh
16 Okt 2026
14x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 19:53
SHARE

Banyumas - Suasana penuh kekhidmatan melingkupi Masjid Al Jihad, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, saat pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Mengangkat tema khutbah "Menjaga Mata Air dan Alam: Amanah Keagamaan yang Dilupakan", jemaah diajak untuk merenungkan kembali sejauh mana ajaran Islam memandang penting pelestarian lingkungan hidup. Khutbah ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam dan sumber air bukan sekadar urusan sosial atau ekologi, melainkan bagian integral dari keimanan dan bentuk ibadah yang nyata. Jumat (16/10)

Hadir sebagai khatib, Joharulloh, S.H., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wangon, membeberkan alasan mendasar mengapa merawat sumber air merupakan manifested nyata dari nilai-nilai keagamaan. Dalam uraiannya, ia menyampaikan bahwa manusia ditunjuk oleh Allah SWT sebagai khalifah fil 'ardh (pemimpin di bumi) yang mengemban amanah untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam. Mengabaikan kelestarian sumber air sama halnya dengan merusak fasilitas kehidupan yang telah dianugerahkan Sang Pencipta bagi seluruh makhluk.

"Banyak jemaah yang menganggap ibadah hanya terbatas pada ritual di dalam masjid, padahal menjaga kebersihan dan ketersediaan mata air di pegunungan adalah sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya. Air adalah sumber kehidupan. Ketika kita menjaga resapan air dan tidak mencemarinya, kita sedang menjalankan perintah agama untuk menebarkan rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin)," tegas Joharulloh dalam penyampaian khutbahnya di hadapan jemaah Masjid Al Jihad Cikakak.

Lebih jauh, Joharulloh mengingatkan ancaman kekeringan dan krisis air bersih di masa depan jika sikap acuh tak acuh terhadap lingkungan terus dibiarkan. Ia mendorong jemaah untuk memulai aksi nyata dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga dan desa, seperti menanam pohon penangkap air, tidak membuang sampah ke aliran sungai, serta menghemat penggunaan air bersih. Upaya-upaya sederhana tersebut dipandang sebagai ikhtiar spiritual untuk mencegah kerusakan (fasaad) di muka bumi.

Pesan khutbah Jumat yang menggugah ini disambut hangat oleh jemaah Masjid Al Jihad Cikakak. Melalui seruan keagamaan yang berwawasan lingkungan ini, KUA Wangon berharap nilai-nilai kepedulian ekologis dapat tertanam kuat di tengah masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga menjadi benteng pertahanan moral dalam menjaga kelestarian alam dan sumber air di wilayah Desa Cikakak dan sekitarnya. (jhr)