Plt Kepala KUA Baru Ajak Pegawai Keluar dari Zona Nyaman Demi Optimalisasi Layanan
Oleh KUA baturraden
Baturraden – Suasana Selasa pagi di Kantor Urusan Agama (KUA) =Baturraden terasa berbeda. Seluruh pegawai berkumpul untuk melangsungkan Rapat Koordinasi (Rakor) internal yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUA yang baru, Kano Waluyo. Selasa (11/08)
Pria yang resmi bertugas menakhodai KUA Baturraden per 1 Agustus 2026 ini membawa nuansa kepemimpinan yang tegas namun humanis dalam rapat perdananya.
Pertemuan tersebut berjalan dengan sangat khidmat dan efektif. Kesuksesan jalannya rapat tidak terlepas dari ketegasan pembawa acara, Fathurrochman, yang membangun kedisiplinan sejak awal acara dimulai. "Mohon dengan hormat kepada semua pegawai untuk mengikuti rapat dengan khidmat dengan sementara meletakkan gadgetnya masing-masing," imbau Fathurrochman di awal acara.
Penerapan aturan bebas distraksi gawai ini terbukti membuahkan hasil. Seluruh peserta menyimak pemaparan dengan saksama, yang bermuara pada lahirnya diskusi-diskusi hangat, terarah, dan konstruktif di antara para pegawai.
Nostalgia Perjalanan Karir dan Nilai Pengabdian
Dalam sambutannya, Kano Waluyo tidak langsung membahas hal-hal teknis. Ia terlebih dahulu mengajak para pegawai menyelami memori masa lalunya saat pertama kali menginjakkan kaki sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama. Menariknya, KUA Baturraden bukanlah tempat yang asing baginya, sebab ia pernah merintis karir sebagai staf di kantor tersebut.
Dari pengalaman meniti karir dari bawah itulah, Kano merumuskan sebuah filosofi kerja yang kini ia tularkan kepada seluruh jajarannya. Ia menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi individu dan larangan keras bagi ASN untuk terbuai oleh rutinitas. "Kita jangan enak-enakan di zona nyaman. Kita harus mempelajari semua hal yang ada di KUA ini, tidak peduli apa tugas utama pokoknya," tegas Kano Waluyo di hadapan seluruh pegawai.
Plt Kepala KUA tersebut memaparkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap aparatur negara saat ini sangat tinggi. Masyarakat memandang seluruh pegawai KUA memiliki kapasitas yang sama dalam memahami prosedur dan layanan publik.
"Yang masyarakat tahu adalah kita ini pegawai KUA yang dianggap mengetahui juga semua layanan di KUA. Sehingga, karena kita tahu caranya, ketika masyarakat datang kita bisa sedikit memberikan jawaban dan pencerahan tanpa langsung melemparnya ke orang lain karena alasan kita tidak tahu," tekannya dengan penuh wibawa.
Pesan tersebut menjadi tamparan positif sekaligus motivasi bagi jajaran pegawai KUA Baturraden untuk membudayakan cross-training atau pembelajaran lintas tugas. Dengan begitu, setiap pegawai diharapkan mampu menjadi wajah pelayanan KUA yang responsif, cerdas, dan solutif.
Rapat koordinasi pagi itu ditutup dengan semangat baru. Di bawah komando Kano Waluyo, KUA Baturraden optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan prima demi melayani umat dengan lebih baik, tanpa sekat, dan tanpa birokrasi yang berbelit. (Fth)
