Pondok Pesantren Zam-Zam Gelar Wisuda Akbar Ke-X

Oleh yudza1
SHARE

Banyumas (Humas) - Berakhirnya masa pendidikan, Pondok Pesantren Zam-Zam menggelar wisuda Haflah Takhoruj Ke-X. Sabtu, (1/6).

Acara yang digelar di Kampus 2 Pondok Pesantren Zam-Zan Kecamatan Cilongok ini diikuti oleh 202 santri serta dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dewan Pembina, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok, dan PDM Banyumas.

Direktur Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Cilongok Arif Fauzi menerangkan, " Pondok Zam-Zam ini akan mewarnai Indonesia. Alhamdulillah satu tahap telah kita lewati di MBS Zamzam kurang lebih 6 tahun anak-anak kita sudah belajar ilmu pengetahuan dan mendalami atau tafaku fidin di bidang agama dua unsur itu adalah syarat meraih derajat yang tinggi di dunia dan di akhirat Bapak dan Ibu tidak salah memilih MBS zam-zam sebagai salah satu pesantren untuk anak-anaknya menukil satu ayat," terangnya.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu Wali santri yang sudah benar-benar mempercayakan kepada MB Zamzam sehingga santrinya yang tadinya ketika mondok belum hafal 1 juz sekarang sudah 30 juz itu baru kelas 12 ada lagi yang kelas 10 sudah selesai Qurannya 30 juz," terang Arif Fauzi lebih lanjut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin melalui Kepala Seksi PD Pontren Naufal Iskandar menyampaikan, "Ciri ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan, apabila sekedar memiliki ilmu belum tentu menjadi orang yang sukses tetapi harus diibaratkan dengan Pondasi yang kuat bernama Iman."

"Jadilah santri yang digdaya yang siap dipanggil untuk apa saja dan jadilah apa saja tetapi jangan meninggalkan jati diri sebagai santri. Dari Pondok Pesantren Zam-Zam ini akan mencetak calon-calon pemimpin hebat bangsa ini."

"Semoga Pondok Pesantren Zam-Zam ini terus istiqomah menebar manfaat untuk masyarakat sekitar. Tidak hanya masyarakat sekitar saja, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dari Pondok Zam-Zam Menginspirasi Indonesia," pungkas Naufal. (wkr/jul)