PRIHATIN BOM MAKASSAR, PENYULUH AGAMA BANYUMAS GELAR TALKSHOW
Oleh penyuluh
Purwokerto, Penyuluh Agama Kabupaten Banyumas, pagi ini Kamis, 1 April 2021 menggelar penyuluhan tentang Kerukunan Umat Beragama dan Tentang Radikalisme.
Penyuluhan dibuat dalam bentuk talk show dan disiarkan melalui media sosial ini menghadirkan nara sumber dari Penyuluh lintas Agama. Ketiga nara sumber tersebut Faidus Sa'ad dari penyuluh Agama Islam, Irawan Krismoyo dan Guntur dari Penyuluh Agama Kristen.
Gagasan acara ini muncul karena ini dirasa penting memupuk kembali rasa toleransi dan moderasi beragama, terutama setelah adanya isu ledakan bom bunuh diri di Gereja Katerdal Makasar beberapa waktu lalu dan juga serangan teroris di Mabes Polri Rabu 31 Maret 2021.
"Setidaknya penyuluh Agama lintas agama ini ikut ambil bagian dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan memberi penguatan akan pentingnya menjaga NKRI" ujar Ita Rokhyani, penyuluh Agama Islam kecamatan Cilongok, selaku presenter dan penggagas acara tersebut.
Irawan Krismoyo dan Guntur selaku Penyuluh Kristen menyatakan bahwa sudah mengenal Islam sebagai agama kasih sayang dan tidak akan terpancing dengan tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama.
"Itu hanya ulah oknum saja yang ingin memicu kerusuhan demi maksud individual mereka secara politis" Tutur Irawan yang keseharianya sebagai pengurus Gereja Jawa di Purwokerto.
Selanjutya Faidus Sa'ad selaku Penyuluh Agama Islam mengatakan sangat prihatin dan mengutuk keras perbuatan bom bunuh diri tersebut. Mereka justru mencerminkan perbuatan manusia yang tidak bertuhan. Mereka mengajak kembali ke Qur'an dan Hadits tetapi perbuatan mereka justru bertentangan dengan Qur'an dan Akhlak Nabi umat Islam.
Acara yg dilaksanakan di Gerai Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Banyumas tersebut, semoga bisa terus diadakan secara berkesinambungan sesuai spesialisasi tugas masing masing penyuluh agama. Demiian ditamahkan oleh presenter.
(Amin’S&Bbh/pokjaluhbanyumas)
