Ratusan Umat Hindu Banyumas Ikuti Upacara Melasti Di Curug Gemawang
Oleh HUMAS
Banyumas (Humas)- Lebih dari seratus limapuluh Umat Hindu di kabupaten Banyumas mengikuti rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dengan melaksanakan upacara Melasti di Curug Gemawang, Desa Kemawi Kecamatan Somagede.Minggu (03/03/24).
Upacara melasti merupakan upacara pengambilan tirta suci di tengah samudera atau sumber mata air. Upacara itu dimaknai sebagai pembersihan alam semesta termasuk bumi pertiwi dan seisinya. Makna dari upacara Melasti adalah sebagai proses pembersihan diri manusia secara lahir dan batin,juga sebagai pembersihan alam guna meningkatkan sradaha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa
Upacara Melasti juga bertujuan meningkatkan kesadaran umat Hindu agar mengembalikan kelestarian alam lingkungan atau menghilangkan sifat-sifat manusia yang merusak alam lingkungan. Mereka juga diingatkan untuk tidak merusak sumber air, tanah, udara, dan lain-lain.
Budi selaku penyuluh Agama Hindu yang sekaligus memimpin acara tersebut mengatakan bahwa tujuan dari upacara melasti adalah ritual ibadah penyucian diri yang di laksanakan satu tahun sekali sebelum umat hindu menyambut Tahun Baru Saka, ritual ini di laksanakan di sumber mata air, laut, danau, atau sungai.
“ Itulah kenapa Melasti mengandung muatan nilai-nilai kehidupan, dipercaya dapat meminimalisir lima sifat buruk manusia. Masyarakat Hindu percaya, lima sifat buruk itu yang menjadi penyebab orang mabuk, yaitu Asmita yang berarti keegoisan, Awidya adalah kegelapan, Raga yaitu hawa nafsu, Dwesa merupakan sifat pemarah dan pendendam, dan Adhiniwesa yang merupakan rasa takut tanpa sebab”. Terangnya.
Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa Kelima sifat tersebut ada dalam diri tiap individu, sehingga Melasti akan melebur semua sifat buruk manusia sebelum melaksanakan tapa brata pada Hari Raya Nyepi
“ Melasti terdiri dari kata mala dan asti atau astiti,kata mala bermakna kotoran (klesa) dan astiti berarti memuja tau mendoakan di artikan sebagai ‘’nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta yang berarti menghanyutkan atau membuang melebur segala kotoran pikiran (manacika),perkataan (wacika),dan perbuatan (kayika)menggunakan air suci.kotoran di maksud adalah segala perbuatan tidak baik(dosa) yang ada dalam diri manusia (buwana alit) maupun yang ada di dunia (buwana agung)”. Pungkasnya.(yud)
