Rawat Kebersamaan, Sambung Kembali Tali Persaudaraan
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Kehangatan kekeluargaan kembali hadir dalam keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas. Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 3 Banyumas berkesempatan menyambung silaturahmi dengan keluarga Fajar Mushofa, dan Fatmah Nur’aeni. di kediaman mereka. Kunjungan tersebut menjadi momentum sederhana namun penuh makna untuk kembali mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sebelumnya, sekaligus turut berbagi kebahagiaan bersama keluarga Bapak Fajar atas sebuah momen istimewa dalam keluarganya. Kamis (20/08)
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Setelah beberapa waktu tidak berjumpa, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk kembali berbagi cerita, mengenang kebersamaan, serta mempererat hubungan yang sempat terjeda oleh kesibukan masing-masing. Tidak ada sekat dalam pertemuan tersebut, yang hadir adalah rasa persaudaraan dan kepedulian sebagai bagian dari keluarga besar yang pernah tumbuh bersama dalam perjalanan pengabdian di MTs Negeri 3 Banyumas.
Bapak Fajar Mushofa, S.Pd.I. merupakan salah satu sosok yang pernah memberikan warna dalam perjalanan pendidikan di lingkungan madrasah. Pada era tahun 2000-an, beliau dikenal sebagai salah satu guru yang memiliki dedikasi dan kiprah baik dalam mendampingi para murid. Setelah melalui perjalanan pengabdian yang panjang, kini Bapak Fajar melanjutkan kiprahnya sebagai perangkat Desa Silado. Meskipun ruang pengabdiannya telah berbeda, semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat tetap menjadi bagian dari perjalanan beliau.
Bagi keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas, silaturahmi seperti ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah cara untuk menjaga hubungan baik agar tetap tumbuh meskipun waktu terus berjalan. Pertemuan kembali dengan Bapak Fajar juga menjadi kesempatan untuk mengenang bahwa perjalanan sebuah lembaga tidak hanya dibangun oleh mereka yang berada di dalamnya hari ini, tetapi juga oleh orang-orang yang pernah memberikan tenaga, pikiran, dan ketulusan pada masa sebelumnya. Jejak pengabdian tersebut tetap menjadi bagian dari cerita panjang keluarga besar Matsanega.
Dari pertemuan sederhana tersebut, terselip pesan bahwa kebersamaan yang dibangun dengan ketulusan tidak akan mudah hilang oleh jarak maupun waktu. Silaturahmi menjadi jembatan untuk kembali mendekatkan hati, menyambung cerita, dan menjaga persaudaraan. Keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas berharap hubungan baik ini senantiasa terawat, membawa keberkahan bagi semua, serta menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus membangun keluarga besar madrasah yang hangat, solid, dan saling menguatkan dalam kebaikan.(HumasMTsN3).
