REFORMASI BIROKRASI & TASAWUF
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas)-Promosi maupun mutasi adalah hal biasa dan lumrah dalam organisasi. "Hal ini bertujuan untuk evaluasi, penyegaran organanisasi dan menambah pengalaman serta wawasan bagi pejabat yang dilantik," Al-Mawardi menegaskan bahwa kepemimpinan negara merupakan instrument untuk meneruskan misi kenabian guna memelihara agama dan mengatur dunia. Pemeliharaan agama dan pengaturan merupakan dua jenis aktifitas yang berbeda, tetapi berhubungan secara simbolik. Keduanya merupakan dua dimensi dari misi kenabian.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag, M.Pd saat melantik dan mengambil sumpah jabatan serta serah terima jabatan kepala KUA/ PPAIW ( Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) Kecamatan di lingkungan Kantor Kemementerian Agama Kabupaten Banyumas di Aula Al Ikhlas. Yang dihadiri oleh Kasubbag TU, Kasi, Penyelenggara, Kepala KUA se Kabupaten Banyumas, dan JFT di lingkungan Kantor Kemenag Banyumas. Selasa (5/12).
Kepada jajarannya, Ibnu mengingatkan bahwa pimpinan harus menjadi teladan, terutama masalah kedisiplinan dan kinerja. Mengutip Manaqib Abu Hasan al-Syadzili, Ibnu mengatakan, “Lama kaana kullu man intasaba ila syaikhin min masyayikh al-thariqati yanbaghi lahu an ya'rifa mabniya thariqatihi wa adzkarahu wa-awradahu wa-silsilatahu li-tazida rughbatuhu wa-tata'akkada mahabatuhu”.
“Tatkala seseorang hendak menempuh jalur thariqah seorang guru, sebaiknya ketahui dahulu prinsip dasar thariqah tersebut, zikir, wirid, serta silsilahnya agar bisa ditumbuhkan kesukaan dan kecintaan terhadap ajaran tersebut," jelas Ibnu menerjemahkan kutipannya.
Begitu juga saat bertugas di Kemenag, kata Ibnu, para ASN harus mengetahui prinsip dasar tugas yang diembannya sesuai peran masing-masing. “Seorang birokrat hendaknya mampu mendalami Visi, Misi, dan Tujuan organisasi, agar mampu mencapai tujuan organisasi itu sendiri,”
Saat diberi amanah jabatan maka pahami dulu gurunya/Tugas Fungsi, Pilah amalan wirid/kegiatan rutin/ prioritas/logistik/mata anggaran, pahami sanad/regulasi dari yang tertinggi, dan asyik menjalankan torikot/asyik menikmati dan mejalankan amanah.
Dalam kesempatan tersebut dilantik dan diambil sumpah jabatan sebagai kepala KUA Kecamatan Kebasen Hajid Maududi , S.H.I , Drs. Mukhzin Ashshafikh yang tadinya sebagai Kepala KUA Kecamatan Purwokerto Timur menjadi Kepala KUA Kecamatan Kalibagor, Zangim Fiddaroin, S.Ag yang tadinya sebagai Kepala KUA Kecamatan Kalibagor menjadi Kepala KUA Kecamatan Purwokerto Timur.(yud)
