Sambangan Kepala KUA ke Rumah Pegawai

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Kekeluargaan menjadi napas utama dalam lingkungan kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, yang tercermin melalui tradisi sambangan atau silaturahmi langsung ke kediaman pegawai. Dalam sebuah kesempatan penuh kehangatan, Kepala KUA Wangon melakukan kunjungan khusus ke rumah salah satu pegawainya, Teguh, yang sedang bersiap menyelenggarakan hajat besar. Kehadiran pimpinan di tengah kesibukan persiapan keluarga ini menjadi simbol dukungan moril yang kuat bagi anggota tim yang sedang memiliki agenda penting di luar kedinasan. Senin (06/04/26)

Kunjungan ini bertepatan dengan persiapan rencana pernikahan putri dari Teguh yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Tradisi sambangan ini dilakukan bukan sekadar sebagai formalitas atasan kepada bawahan, melainkan wujud nyata kepedulian pimpinan terhadap momentum sakral dalam kehidupan pribadi pegawainya. Di ruang tamu yang sederhana, perbincangan mengalir santai tanpa sekat birokrasi yang kaku, membahas persiapan hajatan sekaligus mendoakan kelancaran acara agar berjalan khidmat sesuai harapan keluarga.

Harmonisme yang dibangun melalui interaksi personal ini diyakini mampu meningkatkan soliditas internal organisasi di lingkungan KUA Wangon. Dengan mengenal lebih dekat latar belakang dan kondisi keluarga staf, pimpinan dapat membangun empati yang lebih dalam dalam mengelola sumber daya manusia. Langkah ini merupakan strategi komunikasi interpersonal yang efektif untuk memastikan bahwa setiap pegawai merasa dihargai dan didukung, tidak hanya dalam urusan administratif kantor tetapi juga dalam urusan kekeluargaan.

Dukungan kolektif dari rekan-rekan kerja di KUA Wangon juga tampak mengalir bagi keluarga Teguh menjelang hari bahagia tersebut. Sinergi yang baik di kantor secara otomatis terbawa ke dalam ranah sosial, di mana para pegawai saling bahu-membahu memberikan bantuan pemikiran maupun tenaga untuk kesuksesan hajatan rekan sejawat. Budaya gotong royong ini membuktikan bahwa KUA Wangon telah bertransformasi menjadi sebuah keluarga besar yang saling menguatkan dalam berbagai situasi.

Kegiatan sambangan ini ditutup dengan harapan besar agar pernikahan putri dari Teguh menjadi awal keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Melalui tradisi sambangan yang terus dilestarikan, KUA Wangon optimis dapat mempertahankan iklim kerja yang kondusif dan penuh rasa kekeluargaan. Keharmonisan yang berakar dari rumah-rumah para pegawai diharapkan dapat terpancar dalam kualitas pelayanan publik yang ramah dan tulus bagi seluruh warga Kecamatan Wangon. (jhr)