Sambut Bulan Maulid, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah Masjid Umar bin Khattab Teladani Akhlak Rasulullah
Oleh HUMAS
Gumelar – Memasuki bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah di Masjid Umar bin Khattab, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Dalam penyuluhan tersebut, ia memaparkan keutamaan mendalam dari momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai Pembawa Rahmat bagi semesta alam. Jumat (21/08)
Kambali menyampaikan bahwa bulan Maulid memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah peradaban Islam. Peringatan ini hendaknya dimaknai secara mendalam, tidak sekadar seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum perubahan menuju kebaikan.
Dalam uraiannya, Kambali memaparkan tiga keutamaan utama bulan Maulid yang patut diresapi umat Islam:
-
Momentum Meningkatkan Mahabbah (Cinta) kepada Rasulullah SAW
Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan titik balik yang membawa manusia dari zaman jahiliyah menuju cahaya Islam. Mencintai beliau adalah bagian dari kesempurnaan iman. Melalui momentum Maulid, umat diajak mengenang kembali perjuangan, akhlak mulia, dan keteladanan (uswatun hasanah) beliau.
-
Wujud Syukur atas Nikmat Terbesar
Merujuk Al-Qur'an Surah Yunus ayat 58, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Para ulama tafsir, seperti Imam Jalaluddin al-Suyuthi, menegaskan bahwa rahmat terbesar bagi alam semesta adalah keberadaan Nabi Muhammad SAW. Maka, mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukur atas kelahiran beliau merupakan bentuk amal shalih.
-
Menghidupkan Tradisi Shalawat dan Majelis Ilmu
Bulan Maulid identik dengan maraknya pembacaan shalawat, riwayat hidup Nabi, serta pengajian sirah nabawiyah. Memperbanyak shalawat akan mendatangkan limpahan keberkahan, di mana satu shalawat yang diucapkan akan dibalas sepuluh kali lipat kebaikan oleh Allah SWT.
Di akhir penyuluhan, Kambali mengajak seluruh warga Desa Cihonje untuk menjadikan nilai-nilai Maulid sebagai ajang menguatkan kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai titik tolak untuk meneladani kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, serta mempererat silaturahmi demi terciptanya keharmonisan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
