Sambut Bulan Mulia, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Nur Iman Raih Keberkahan Amaliah Zulhijah

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar – Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar terus berkomitmen meningkatkan literasi dan kualitas ibadah masyarakat pedesaan. Melalui bimbingan keagamaan berkala, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar menggelar penyuluhan interaktif bagi jamaah Majelis Taklim (MT) Nur Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar.

Pertemuan rutin kali ini mengangkat tema sentral “Meraih Keberkahan Amaliah di Bulan Dzulhijjah”. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk membekali warga dengan pemahaman fikih dan keutamaan bulan Zulhijah, khususnya dalam menyongsong sepuluh hari pertama yang penuh dengan kemuliaan.

Dalam paparan materinya, tim penyuluh menjelaskan bahwa bulan Zulhijah merupakan salah satu momentum spiritual terbesar dalam Islam. Keistimewaan sepuluh hari pertama bulan ini begitu luar biasa, hingga Allah SWT bersumpah demi waktu tersebut dalam Al-Qur'an Surat Al-Fajr ayat 1-2.

"Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah. Ini adalah fase emas dan ladang pahala terbaik bagi kita di sepanjang tahun," terang penyuluh di hadapan jamaah MT Nur Iman.

Untuk memandu jamaah agar dapat memaksimalkan momentum mulia tersebut, dalam penyuluhan ini dirumuskan empat poin amaliah utama yang sangat dianjurkan:

  1. Memperbanyak Dzikir, Tahlil, dan Takbir: Menghidupkan suasana lingkungan dengan gema kalimat tauhid sebagai bentuk syiar mengagungkan asma Allah SWT.

  2. Menunaikan Puasa Sunnah: Menaruh perhatian khusus pada ibadah Puasa Arafah (9 Zulhijah) yang memiliki fadhilah agung, yakni menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

  3. Meningkatkan Kualitas Salat: Memperbaiki kedisiplinan salat wajib tepat waktu, yang diiringi dengan konsistensi salat sunnah rawatib serta tahajud.

  4. Sedekah dan Kepedulian Sosial: Mengulurkan tangan membantu sesama, termasuk bergotong-royong mendukung kelancaran teknis pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan sekitar.

Lebih jauh, penyuluhan ini membedah syiar ibadah kurban yang tidak boleh sekadar dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan biasa. Ibadah kurban adalah manifestasi ketakwaan tertinggi dan napak tilas keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menunaikan perintah Allah.

Penyuluh mengingatkan warga agar selektif dalam memilih hewan kurban yang sehat sesuai syariat. Di samping itu, sistem pendistribusian daging kurban harus dipastikan tersalurkan secara adil dan merata kepada mereka yang membutuhkan, sehingga esensi kurban dapat mempererat jalinan ukhuwah islamiyah di Desa Cihonje.

Melalui momentum Hari Raya Iduladha ini, jamaah diajak menumbuhkan sifat sabar, ikhlas, serta memperkuat silaturahmi yang membawa keberkahan kolektif. Kegiatan di MT Nur Iman ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Cihonje untuk mengisi bulan Zulhijah dengan performa amal terbaik agar menjadi hamba yang dicintai-Nya.