Sambut Hari Santri Nasional, Siswa RA Diponegoro 21 Kalisari Kunjungi Ponpes Nurul Iman Cikembulan
Banyumas — Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, siswa-siswi RA Diponegoro 21 Kalisari melaksanakan kunjungan edukatif ke Pondok Pesantren Nurul Iman Cikembulan, Pekuncen. Kegiatan yang mengusung tajuk "Proyek Cinta Ilmu" ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk mengenalkan dunia pesantren kepada anak-anak usia dini sejak awal. Selasa (20/10)
Ponpes Nurul Iman Cikembulan sendiri berada dalam satu lingkungan dengan MTs Nurul Iman Cikembulan, sehingga kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa RA Diponegoro 21 Kalisari untuk mengenal lebih dekat suasana lingkungan pendidikan berbasis pesantren yang terintegrasi dengan madrasah. Rombongan siswa RA yang mengenakan seragam serba putih tiba di lokasi dan disambut hangat oleh pihak pondok pesantren, sebelum kemudian diajak berkeliling mengenal lingkungan pesantren.
Kegiatan kunjungan ini menjadi wujud nyata dari program "Proyek Cinta Ilmu" yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Melalui kunjungan langsung ke lingkungan pesantren, anak-anak RA diperkenalkan dengan suasana kehidupan santri, mulai dari lingkungan fisik pondok hingga nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan di pesantren.
Rombongan siswa RA Diponegoro 21 Kalisari berfoto bersama di depan gapura Ponpes Nurul Iman Cikembulan, didampingi oleh para guru pendamping dari kedua lembaga. Momen kebersamaan ini menjadi salah satu dokumentasi penting dari rangkaian kegiatan kunjungan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun ini.
"Kami ingin anak-anak sejak dini sudah mengenal dan mencintai dunia pesantren. Kunjungan seperti ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai kesantrian kepada mereka," ujar salah satu guru pendamping dari RA Diponegoro 21 Kalisari yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Salah satu momen yang turut mewarnai kunjungan ini adalah sesi menikmati suguhan bersama yang dilaksanakan di salah satu ruangan di lingkungan pondok pesantren. Siswa-siswi RA duduk lesehan secara berkelompok, baik santri putra maupun putri, sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh pihak pondok pesantren sebagai bentuk penyambutan kepada para tamu cilik tersebut.
Suasana kebersamaan sangat terasa dalam sesi ini, dengan anak-anak yang terlihat antusias dan akrab satu sama lain meski berasal dari lingkungan pendidikan yang berbeda. Momen makan bersama ini juga menjadi sarana informal bagi anak-anak untuk belajar adab makan bersama, sekaligus merasakan langsung kehangatan kebersamaan yang menjadi bagian dari kehidupan santri sehari-hari.
Melalui kegiatan kunjungan ini, terdapat beberapa nilai penting yang diharapkan dapat diperoleh oleh siswa RA Diponegoro 21 Kalisari. Pertama, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu sejak usia dini sebagai pondasi awal semangat belajar anak-anak. Kedua, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal pesantren secara langsung, termasuk lingkungan dan suasana kehidupan di dalamnya. Ketiga, menguatkan nilai kebersamaan melalui interaksi dan kegiatan bersama selama kunjungan berlangsung. Keempat, menumbuhkan semangat santri yang mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan, kedisiplinan, dan akhlak mulia sejak dini.
Pelaksanaan kunjungan ini sengaja dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dan pesantren dalam sejarah perjuangan serta pendidikan bangsa Indonesia. Melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak usia dini ini, semangat Hari Santri Nasional diharapkan dapat ditanamkan sejak awal, tidak hanya dipahami sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai nilai yang benar-benar dihidupi dalam keseharian generasi muda.
Kunjungan RA Diponegoro 21 Kalisari ke Ponpes Nurul Iman Cikembulan ini diharapkan dapat menjadi awal dari terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara lembaga pendidikan usia dini dengan lingkungan pesantren dan madrasah di sekitar wilayah Pekuncen. Dengan semakin seringnya kegiatan semacam ini dilaksanakan, diharapkan semakin banyak anak-anak yang mengenal dan mencintai dunia pesantren sejak dini, sekaligus mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal kecintaan terhadap ilmu yang telah tertanam sejak kecil.
