HUT RI #81

Santri Mandiri, Ekonomi Berdikari: PP Tadzkirotul Ikhwan Lemberang Kirim Santri ke Bootcamp Santripreneur 2026

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Purwokerto — Menjadi santri tidak hanya tentang menguasai ilmu agama, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut menjadi bekal untuk berdiri tegak, mandiri, dan memberi manfaat bagi kehidupan. Semangat itulah yang dibawa PP Tadzkirotul Ikhwan Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, dalam mengikuti Bootcamp Santripreneur 2026 bertajuk “Santri Mandiri, Ekonomi Berdikari”. Senin (05/10)

Kegiatan yang berlangsung Senin–Selasa, 5–6 Oktober 2026, di Daun Kemangi Cafe & Resto Purwokerto, menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk mengenal lebih dekat dunia kewirausahaan, kemandirian ekonomi, serta peluang membangun masa depan melalui kreativitas dan usaha.

PP Tadzkirotul Ikhwan Lemberang turut mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut. Ricky Putra, yang akrab disapa teman-teman santri, hadir membawa semangat pesantren untuk belajar, bertumbuh, dan membuka cakrawala baru tentang kemandirian ekonomi.

Keikutsertaan tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah pelatihan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari ikhtiar pesantren untuk menanamkan kesadaran bahwa santri harus memiliki ilmu, akhlak, sekaligus kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.

Sebagai pengasuh PP Tadzkirotul Ikhwan sekaligus Penyuluh Agama Islam, Muhamad Nuh, Lc., memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi pesantren dan santri. Menurut semangat yang dibangun, pesantren tidak cukup hanya mencetak generasi yang pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga perlu melahirkan generasi yang mampu menciptakan peluang dan menghadirkan manfaat nyata.

Kemandirian ekonomi menjadi salah satu jalan agar santri memiliki daya tawar dan keberanian menghadapi masa depan. Dengan bekal agama yang kuat, karakter yang baik, serta keterampilan kewirausahaan, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan di tengah masyarakat.

“Santri mandiri, pesantren berdikari, masyarakat pun ikut terberdayakan.”

Semangat itu menjadi napas dalam keikutsertaan PP Tadzkirotul Ikhwan pada Bootcamp Santripreneur 2026. Sebuah langkah mungkin terlihat kecil ketika baru dimulai, tetapi dari langkah kecil itulah perjalanan besar sering kali tumbuh.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pesantren memiliki kesempatan besar untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran dan membentuk akhlak, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi para santrinya.

Bagi Ricky dan para santri PP Tadzkirotul Ikhwan, bootcamp ini menjadi pengalaman berharga: belajar dari banyak orang, mengenal dunia usaha, bertukar gagasan, dan membawa pulang inspirasi untuk dikembangkan di lingkungan pesantren.

Karena pada akhirnya, santri bukan hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga untuk menciptakan kebermanfaatan. PP Tadzkirotul Ikhwan Lemberang terus melangkah—menguatkan ilmu, membangun karakter, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar santri siap menyongsong masa depan dengan wajah yang optimistis, mandiri, dan penuh bahagia.