Sembilan Point Penting Dalam Pembinaan Guru Agama
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas)- 83 guru Pendidikan Agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu tingkat SD, SMP, SMA/SMK se Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama di Aula Al Ikhlas. Senin (19/02)
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin, Kasubbag TU M Wahyu Fauzi Aziz, Kabid PGTK Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Edi Saptono, Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Wilayah X Dwi Sucipto, Penyelenggara Katolik Anna Tatik, Penyelenggara Kristen Wahyu Ibnugroho.
“ Pelaksanaan pembinaan ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan arahan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.” terang Anna Tatik selaku Penyelenggara Katolik dalam laporannya.
“ Selain itu juga untuk menjalin komunikasi dengan stakeholder terkait didalam pengembangan profesi dan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. “ jelasnya.
Pembinaan diikuti oleh guru Agama Katolik 30 orang, Guru Agama Kristen 45 orang, guru Agama Hindu 4 orang, guru Agama Budha 12 orang dan guru Agama Konghucu 2 orang.
Dalam sambutan pembukaannya, Kasubbag TU M Wahyu Fauzi Aziz menekankan bahwa Kementerian Agama hadir untuk semua agama, Kementerian Agama hadir untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan semua agama.
“ Kami sangat mengapresiasi semua guru agama lintas agama yang telah hadir disini, bapak/ibu harus meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru, meningkatkan skill, kemampuan, guru harus bersertifikat.” Ujarnya.
“ Selalu tingkatkan pengetahuan, terutama terkait dengan moderasi beragama, diimplementasikan dan harus diajarkan kepada anak bapak/ibu semua agar nantinya NKRI tetap utuh. Karena ini program unggulan dari Kementerian Agama yang harus bapak ibu soalisasikan, berhubungan dengan saling menghargai perbedaan suku dan agama.” Ujarnya lebih lanjut.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin saat memberikan arahan menjelaskan sembilan point penting dalam pembinaan Guru Agama Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu.
“ Yakni ijin belajar bagi guru PNS karena keberadaan perguruan tinggi non islam tidak disemua Kabupaten kota ada, yang kedua kenaikan pangkat, ketiga Kenaikan golongan inpassing, keempat penghargaan bagi guru baik negeri maupun sekolah yang dituju, kelima pendataan siswa yang beragama Hindu Budha, kenam usulan guru Hindu Budha di jenjang SLTP/SLTA, ketujuh SK inpassing tahun 2011 diterima 2015 apakah 2011-2015 dibayarkan, kedelapan usulan pengadaan penyuluh dan kenaikan honor, Kesembilan kesejahteraan kebutuhan mendasar seperti ban motor alus rem oli kompor benah rumah usaha.” Pungkasnya.(yud/jul)
