HUT RI #81

Sertifikasi Jiwa Qurani Sejak Dini: Penyuluh KUA Somagede Kembali Gelorakan Semangat Menghafal di MI At Tijani Sokawera

KUA Somagede
KUA Somagede
05 Nov 2026
8x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 05-11-2026 14:04
SHARE

Banyumas — Semangat belajar Al-Qur'an tampak bergemuruh di ruang kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) At Tijani, Desa Sokawera, Kecamatan Somagede. Dua Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede, Yasaroh, dan Nuryati, kembali hadir menyapa para siswa dalam program pendampingan rutin Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) dan hafalan. Kamis (05/11).

Kehadiran para penyuluh agama di tengah-tengah siswa bukan kali pertama, namun antusiasme anak-anak justru semakin terpancar. Dengan pendekatan yang interaktif, suasana kelas dirancang kondusif agar siswa tidak merasa jenuh, melainkan menikmati setiap proses pembelajaran kitab suci.

Demi mengoptimalkan proses penyerapan materi dan penilaian, Yasaroh dan Nuryati menerapkan teknik pembelajaran terbagi. Siswa kelas 6 yang berjumlah sekitar 24 orang dibagi ke dalam dua kelompok besar secara berurutan berdasarkan nomor absensi.

  • Sesi Hafalan Juz 30 (Absen 1–12): Kelompok pertama mendatangi meja Yasaroh, S.Pd. untuk menyetorkan hafalan surat-surat pendek dalam Juz 30. Kali ini, fokus utama hafalan tertuju pada QS. An-Nazi'at. Satu per satu siswa melantunkan ayat demi ayat di hadapan sang penyuluh, yang dengan teliti menyimak tajwid serta kelancaran bacaan mereka.

  • Bimbingan Baca Iqro & Al-Qur'an (Absen 13–24): Di sudut kelas yang lain, Nuryati, S.H. memegang kendali untuk membimbing kelompok kedua. Sesi ini dikhususkan untuk pendalaman dan perbaikan makhraj serta kelancaran membaca Al-Qur'an maupun buku metode Iqro bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan dasar.

Suasana kelas tetap terjaga dengan tertib dan produktif. Bagi siswa yang belum mendapatkan giliran dipanggil untuk menyetor hafalan atau membaca, mereka tidak dibiarkan pasif.

Seluruh siswa diinstruksikan untuk mengerjakan tugas mandiri, yakni menuliskan ayat-ayat suci QS. Al-Muthaffifin di buku catatan mereka. Metode ini dinilai sangat efektif untuk melatih motorik halus, memperkuat memori visual terhadap bentuk huruf hijaiyah, sekaligus menjaga kedisiplinan kelas agar tetap kondusif selama proses pembimbingan berlangsung.

Program pendampingan berkala yang diinisiasi oleh penyuluh agama KUA Somagede ini mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah. Langkah nyata sinergi antara lembaga keagamaan pemerintah dan institusi pendidikan dasar ini diyakini mampu menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda Kabupaten Banyumas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.

Melalui ketelatenan Yasaroh dan Nuryati, kelas 6 MI At Tijani Sokawera hari ini tidak sekadar menjadi ruang belajar biasa, melainkan laboratorium pembentukan karakter Qur'ani yang hidup, inspiratif, dan penuh keberkahan. (NurY)