HUT RI #81

Siapkan Generasi Keluarga Sakinah, Penyuluh Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Ilahi dan Insani bagi Catin

Oleh Pokjaluh
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon kembali menggelar kegiatan bimbingan pra nikah bagi calon pengantin (catin) bertempat di Balai Nikah KUA Wangon. Program rutin ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam membekali para calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial. Melalui bimbingan ini, para peserta diharapkan mampu membangun fondasi rumah tangga yang kuat demi mewujudkan generasi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Jumat (18/09)

Pada sesi pembekalan kali ini, materi utama berfokus pada penguatan aspek prinsip dasar perkawinan, yaitu menyelaraskan antara tanggung jawab ilahi dan tanggung jawab insani. Penjelasan mendalam mengenai pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dipaparkan secara komprehensif agar para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga paham akan hakikat ibadah panjang dalam sebuah ikatan pernikahan.

Penyuluh Agama Islam KUA Wangon sekaligus pemateri kegiatan, Joharulloh, menekankan bahwa pernikahan merupakan komitmen agung (mitsaqan ghalizhan) yang mengikat dimensi ketuhanan dan kemanusiaan. "Tanggung jawab ilahi adalah kesadaran bahwa pernikahan adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT yang harus dijaga kesuciannya. Sementara tanggung jawab insani diwujudkan melalui komitmen saling mengasihi, menghormati, memenuhi kebutuhan lahir batin, serta menyelesaikan setiap persoalan rumah tangga dengan komunikasi yang baik," ujar Joharulloh saat menyampaikan materinya di hadapan para peserta.

Suasana bimbingan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para calon pengantin yang hadir di Balai Nikah. Berbagai dinamika kehidupan berumah tangga dibahas melalui diskusi terbuka, sehingga memberikan gambaran nyata bagi para peserta mengenai tantangan serta solusi dalam mengarungi bahtera rumah tangga di masa depan.

Salah satu peserta bimbingan pra nikah, Jovana, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan merasa lebih mantap melangkah ke jenjang pernikahan setelah mengikuti kegiatan ini. "Materi tentang keseimbangan tanggung jawab ilahi dan insani ini sangat membuka pikiran kami. Kami jadi lebih paham bahwa menikah bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menjalankan amanah besar dari Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan bersama," tutur Jovana. (jhr)