Siapkan Live Skill Siswa, MAN 1 Banyumas Hadirkan Pelatihan Meracik Kopi

Oleh MAN 1 Banyumas
SHARE

Ekstrakurikuler Kewirausahaan MAN 1 Banyumas yang dibina oleh Dra. Sri Mardiasih menyeleng-garakan kegiatan Pelatihan Meracik Kopi. pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Aula MAN 1 Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh 72 siswa dan siswi dari perwakilan kelas X, XI, dan XII dengan antusiasme tinggi. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang meng-gabungkan teori dan praktik secara langsung.

 

Kegiatan ini menghadirkan pelatih profesional dari Kopi Kita, yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik kepada para peserta. Pesatnya perkembangan industri kopi di Indonesia menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kegiatan ini karena membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa memahami dasar-dasar pengolahan dan penyajian kopi yang baik dan benar, serta mampu meracik minuman kopi sederhana sesuai standar kebersihan dan kualitas. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang peluang bisnis minuman kopi sebagai bekal untuk berwirausaha setelah lulus dari madrasah.

Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis meracik kopi, tetapi juga keterampilan pelayanan (service skill) dan komunikasi dengan pelanggan. Kegiatan ini melatih siswa untuk disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Kreativitas siswa juga dikembangkan melalui praktik pembuatan berbagai varian minuman kopi yang menarik dan inovatif.

 

 

Dalam sambutannya, Muslimin Winoto selaku Kepala MAN 1 Banyumas menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program madrasah berbasis kewirausahaan dan kemandirian. Ia berharap pelatihan semacam ini mampu membekali siswa dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan di dunia kerja maupun sebagai usaha mandiri, tanpa mengesampingkan prestasi akademik.

Sementara itu, Sri Mardiasih selaku pembina Ekstrakurikuler Kewirausahaan berharap pelatih-an ini dapat menjadi langkah awal tumbuhnya jiwa wirausaha siswa. Ia juga berharap ke depan dapat muncul unit usaha siswa di lingkungan madrasah, seperti pojok kopi atau kantin kreatif, sehingga siswa menjadi lebih percaya diri, mandiri, kreatif, dan produktif dalam menghadapi tantangan masa depan. (eko)