Silaturahmi dan Pembinaan Penyuluh Agama Islam oleh Kasi Bimas Islam
Oleh Seksi Bimas
Purwokerto – Paguyuban PPPK Penyuluh Agama Islam Angkatan 2025 Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang berlangsung di Masjid Baitul Karomah, Kelurahan Petir, Kecamatan Kalibagor. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota paguyuban dan secara khusus dibuka serta dibina oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan berbagai arahan, himbauan, dan dukungan untuk meningkatkan kinerja serta kualitas pengabdian para penyuluh agama di tengah masyarakat. Selasa (21/04)
Dalam sambutannya, Agus Setiawan memberikan dukungan nyata berupa pemberian dana konsumsi guna menunjang kelancaran kegiatan hari itu. Beliau juga secara tegas menghimbau seluruh penyuluh untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri, mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta memperkaya sumber daya yang dimiliki. Hal ini menjadi kebutuhan mendasar mengingat tugas penyuluh harus mampu hadir dan berinteraksi di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, sehingga pesan keagamaan dan nilai-nilai kebaikan dapat diterima oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman, Agus menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan beradaptasi. Para penyuluh diminta terus mengikuti perkembangan zaman, sekaligus menjadikan bekal ilmu dan kompetensi dasar yang dimiliki sebagai filter untuk memilah hal-hal yang positif dan negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Tujuan utamanya adalah agar kita bersama-sama mampu mencetak generasi muda yang memiliki moralitas tinggi dan membentuk pribadi-pribadi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Berdasarkan berbagai laporan dan pengalaman di lapangan, saat ini ditemukan banyak kasus kenakalan remaja dan perilaku menyimpang di kalangan pelajar, bahkan hingga menimbulkan kasus kehamilan di luar nikah atau MBE. Masalah ini dinilai sangat serius karena memberikan dampak jangka panjang, salah satunya meningkatkan risiko stunting mengingat usia pelajar yang masih sangat muda dan belum siap secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, seluruh penyuluh diharapkan gencar memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menekan dan mengurangi angka pernikahan dini yang menjadi akar dari berbagai permasalahan tersebut.
Selain membahas tugas pokok, Agus juga menyampaikan persiapan kegiatan Porseni IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas yang akan datang, di mana Kabupaten Banyumas ditetapkan sebagai tuan rumah. Beliau meminta seluruh elemen penyuluh bersiap semaksimal mungkin, dengan target sukses dalam penyelenggaraan maupun meraih predikat juara umum. Tidak ketinggalan, disampaikan kepada seluruh pihak menyukseskan implementasi aplikasi ePA, sistem laporan pertanggungjawaban kinerja penyuluh yang sudah berbasis digital. Penyuluh diingatkan kembali untuk menyampaikan visi dan misi pengabdian dengan pola yang modern, relevan, dan sesuai perkembangan zaman agar dakwah dan pembinaan semakin efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
