Sinegritas Empat Pilar Cegah Paham Radikalisme
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) - Bertempat di Hotel Aston Purwokerto, empat pilar negara yaitu Kementerian Agama, TNI, Polri dan Kesbangpol menyelenggarakan Workshop Kebangsaan bertajuk "Sinegritas Empat Pilar Pencegahan Penyebaran Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme ".
Workshop dihadiri berbagai elemen yaitu Penyuluh Agama, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa Se-Kabupaten Banyumas. Empat narasumber dihadikan dalam workshop tersebut. Gus Muhammad Ulil Albab ahli fiqh kebangsaan, Kompol Agus Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Eko Heru Suroso Kepala Kesbangpol Kabupaten Banyumas dan Dr. Ibnu Asaddudin Kepala Kankemenag Banyumas.
Kompol Agus selaku narasumber pertama ia menyampaikan, "dari 3600 pelaku teror yang kami tangkap, 80% sudah kembali ke NKRI. Perlu diketahui bersama bahwa pelaku teror sekarang ini merambah ke instansi pemerintah bahkan remaja yang mudah disusupi paham-paham radikal. Tidak hanya itu, bahkan pelaku teror ini belajar secara otodidak melalui internet bagaimana cara membuat bom dan sebagainya," ungkapnya.
Narasumber kedua Gus Ulil ahli fiqh kebangsaan dalam pemaparannya ia menyampaikan bahwa, "Agama Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan moderasi. Menghargai perbedaan, menghormati keberagaman. Kemudian ada maqolah atau perkataan dari KH. Hasyim Asy'ari yaitu Hubbul Wathon Minal Iman bahwa cinta tanah air sebagian dari iman. Kita harus tanamkan ke keluarga kita, saudara kita dan anak-anak kita agar cinta tanah air Indonesia. Nasionalisme bukanlah fanatisme yang tercela. Fanatisme yang tercela ketika agama melakukan sebuah kedzoliman, kita ikut andil didalamnya."
Narasumber ketiga yaitu Eko Heru Suroso Kepala Kesbangpol Kabupaten Banyumas ia menyampaikan, "jamaah facebook atau media sosial yang lain ini luar biasa pesat. Berita hoax di media sosial begitu merajalela. Beberapa isu berkembang di masyarakat. Yaitu isu demokrasi, lingkungan dan HAM. Penyuluh Agama dan semuanya harus bergerak bersama menangkal paham-paham radikal yang ada di masyarakat."
Sebagai narasumber terkahir yaitu Ibnu Asaddudin Kepala Kankemenag Banyumas, "berbicara tentang moderasi, maka kita berbicara tentang garis tengah. Tidak condong ke kanan maupun condong ke kiri. Indonesia begitu luar biasa kaya dan besar. Maka kita perlu bersyukur hidup di negara yang sangat besar ini."
Terakhir Ibnu menyampaikan, "setelah pertemuan hari ini, empat pilar terus membangun 267 yaitu Re La dan Si artinya membangun komunikasi dan saling bersinergi maka dari Banyumas Untuk Menuju Indonesia Maju," pungkas Ibnu. (jul)
