Sinergi Bangun Desa: Penyuluh KUA Gumelar Bersama Kepala Desa Gancang dan Tokoh Masyarakat Perkuat Pembangunan dan Keagamaan
Oleh HUMAS
Gumelar – Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor terus digelorakan di Kabupaten Banyumas. Baru-baru ini, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar, Kepala Desa Gancang, bersama para tokoh masyarakat setempat menggelar pertemuan strategis guna merumuskan langkah nyata dalam memajukan Desa Gancang di bidang pembangunan fisik maupun keagamaan. Kamis (25/09)
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini, menitikberatkan pada pentingnya integrasi antara kemajuan infrastruktur dan pembangunan mental spritual warga.
Kepala Desa Gancang menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan peran aktif penyuluh KUA serta para tokoh masyarakat. Menurutnya, kemajuan desa tidak akan tercapai secara optimal jika hanya mengandalkan pembangunan fisik semata tanpa diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur penting untuk memperlancar roda perekonomian warga, namun pondasi keagamaan dan akhlak generasi muda jauh lebih penting agar kemajuan Desa Gancang berjalan seimbang dan berkah," ujar Kades Gancang.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Penyuluh KUA Gumelar menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Desa Gancang. Sinergi ini akan diwujudkan melalui penguatan program pembinaan keagamaan, seperti optimalisasi majelis taklim, pembinaan remaja masjid, hingga bimbingan keluarga sakinah untuk menekan angka permasalahan sosial di tingkat desa.
Para tokoh masyarakat yang hadir turut menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Mereka siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi warga, baik dalam kerja bakti pembangunan desa maupun dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah desa, KUA, dan para tokoh masyarakat ini, Desa Gancang optimis dapat bertransformasi menjadi desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga harmonis, religius, dan mandiri.
