Sinergi Tokoh Masyarakat, Edukasi pencegahan Perundungan di Dunia Pendidikan

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Kemranjen – Masjid dan Madin Nurul Jannah Desa Kedungpring menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pembinaan bagi masyarakat, jamaah, dan wali santri dengan tema "Pentingnya Pencegahan Perundungan (Bullying) dalam Dunia Pendidikan." Kegiatan ini dihadiri oleh Sigit Panuntun selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Kedungpring, pengurus Madin Nurul Jannah, serta masyarakat dan para wali santri. Rabu (29/07)

Dalam penyampaiannya, Sigit Panuntun menegaskan bahwa perundungan atau bullying merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan akhlak mulia. Islam mengajarkan setiap umatnya untuk saling menghormati, menjaga lisan, menghargai sesama, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap anak.

Sigit juga mengajak para orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah terjadinya perundungan. Menurutnya, sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah desa sangat diperlukan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, saling menghargai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa Kedungpring turut memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan perundungan melalui pendekatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan. Sementara itu, pengurus Madin Nurul Jannah menyampaikan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada para santri sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa pencegahan perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, harmonis, dan berkarakter. (W)