Siswa Kelas X MAN 2 Banyumas Ikuti Kegiatan Rapeling Bersama BASARNAS

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Guna melatih mental dan keberanian serta mengisi waktu luang pasca-Ujian Semester, ratusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas mengikuti kegiatan ketangkasan rapeling (turun tebing menggunakan tali). Kegiatan yang memacu adrenalin ini digelar di lingkungan sekolah dengan menggandeng tim ahli dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Rabu (10/06)

Pembina Pramuka MAN 2 Banyumas, Rohmat, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai media edukasi luar ruangan (outdoor learning) yang positif bagi para siswa yang baru saja menyelesaikan rangkaian ujian.

“Tujuan utama dari kegiatan rapeling ini adalah untuk melatih keberanian, mental yang tangguh, serta rasa percaya diri siswa kelas X. Selain itu, kegiatan ini menjadi solusi produktif untuk mengisi kekosongan waktu setelah mereka menempuh ujian semester, daripada sekadar bersantai tanpa aktivitas,” ujar Rohmat disela-sela memantau jalannya kegiatan.

Mengingat rapeling termasuk ke dalam olahraga ekstrem yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi, pihak madrasah bekerja sama secara resmi dengan BASARNAS. Tim BASARNAS bertindak langsung sebagai instruktur teknis guna memastikan seluruh prosedur keselamatan (safety procedure) dan peralatan yang digunakan memenuhi standar penyelamatan internasional. Sebelum praktik dimulai, para siswa terlebih dahulu diberikan pembekalan mengenai pengenalan alat, simpul tali, serta teknik dasar menjaga keseimbangan saat menuruni dinding.

Seluruh siswa kelas X tampak mengikuti kegiatan dengan antusiasme yang tinggi. Meski beberapa siswa awalnya terlihat tegang dan ragu-ragu saat berada di titik ketinggian, namun dengan arahan serta motivasi dari para instruktur BASARNAS dan pembina, mereka akhirnya berhasil menaklukkan rasa takutnya hingga sampai di landasan bawah dengan selamat.

Melalui sinergi antara MAN 2 Banyumas dan BASARNAS ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan penyegaran (refreshing) pasca-ujian, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar survival (bertahan hidup) serta kesiapsiagaan mental yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi kepramukaan di madrasah.