Sulap Sampah Jadi Hiasan Indah

Oleh HUMAS
SHARE

Cilongok, Bertempat di gedung baru MTs Darus Salamah (Matsada) Cilongok, sejak tanggal 10-14 Oktober 2022 dilaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema mengolah barang bekas rumah tangga menjadi benda seni atau benda pakai, yang dipamerkan pada hari Sabtu(15/10)

Ahmad Nurbekti, SPd selaku koordinator proyek mengatakan bahwa pemilihan limbah plastik digunakan sebagai tema proyek karena mudah mendapatkannya dan dapat membantu pemerintah menanggulangi sampah dengan cara mendaur ulang menjadi bahan pakai.

“Limbah rumah tangga baik kantong plastik, kain perca maupun botol bekas mudah didapat, apabila dibuang sembarangan akan menjadi masalah bagi lingkungan, padahal dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda hias maupun benda pakai,” katanya.

Plastik, botol, kardus maupun benda-benda bekas lainnya dimanfaatkan kembali menjadi aneka bunga, vas bunga, hiasan dinding, tempat pensil maupun benda pakai lainnya.

Menurut Alfi Taqwatus Sholikah, S.Pd selaku Kepala MTs Darussalamah mengatakan bahwa Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sangat bermanfaat bagi sekolah karenapartisipasi aktif masyarakat dan menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi  kepada lingkungan.

“Proyek P5  memberi ruang dan waktu kepada masyarakat untuk berpartisipasi pada lembaga pendidikan, mengembangkan kompetensi pendidik untuk berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya serta memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila” imbuhnya.

Sementara itu Charis Munandar SAg, MPdI selaku pengawas Madrasah dalam pembinaannya beberpa waktu yang lalu menyampaikan bahwa prinsip Profil Pelajar Pancasila adalah holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik dan eksploratif.

“Kurikulum merdeka dengan program P5 mendorong peserta didik untuk mempelajari tema dan materi secara keseluruhan dan memahami persoalan secara mendalam (holistik), disamping itu mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari” imbuhnya.

P5 menjadikan pendidik sebagai fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk bereksplorasi dari dorongan diri sendiri secara aktif sesuai kondisi dan kemampuannya sehingga membuka ruang bagi proses pengembangan diri. (rat/gie)