Takmir Masjid Minta Bantuan Penyuluh Agama Menentukan Arah Qiblat
Oleh KUA baturraden
Sabtu, 24 April 2021 - Takmir Masjid Al-Ittihad Purwosari Baturraden meminta bantuan Penyuluh Agama Islam untuk menentukan arah qiblat. Sebelumnya hal ini sudah pernah dilakukan, tetapi belum diberi tanda permanen. Hanya penyesuaian sajadah panjang untuk makmum dan juga tempat imam.
Saat ini Takmir bermaksud "merapikan" lantai masjid yang terdapat banyak tanda bekas garis/shaf, sisa-sisa lakban, dan garis shaf permanen dalam bentuk keramik hijau. Garis-garis tersebut setelah diukur ternyata tidak mengarah ke qiblat. Sehingga, H. Purwoko Adi Saputro, S.H. bersama jajaran Takmir lainnya memutuskan untuk "merapikan" shaf sholat di masjid tersebut.
"Ini termasuk bangunan yang sudah lama. Garis shafnya juga. Dulu sudah diukur. Tetapi kali ini mau diganti. Mau dicat, " kata Purwoko yang juga merupakan Ketua RW di wilayahnya.
"Dicatnya hari ini. Jadi hari ini juga harus diukur qiblatnya, supaya bisa selesai hari ini, " imbuhnya.
Mengetahui ada Penyuluh Agama Islam di desanya, ia pun coba berkonsultasi. Ternyata penyuluh tersebut memiliki keterampilan dalam menentukan arah qiblat.
Fathurrochman, S.Pd., Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Baturraden mendapatkan keterampilan menentukan arah qiblat saat dirinya mengikuti Perkemahan Wirakarya Nasional X Perguruan Tinggi Agama Islam yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Bumi Perkemahan Al-Mulk Ambon, Maluku, sepuluh tahun silam. Saat itu ia mendapatkan giliran mengikuti Giat Pelatihan Menentukan Arah Qiblat. Pelatihan dengan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku menggunakan metode sederhana dengan alat utama Kompas dan tabel ukuran berdasarkan kabupaten/kota. Hal ini disesuaikan dengan peserta, anggota pramuka yang sudah "akrab" dengan kompas.
Berbekal pengalaman dari pelatihan tersebut, serta keterampilan pemetaan dari Pramuka, Fathur membantu menentukan arah kiblat Masjid Al-Ittihad. Didukung dengan alat-alat sederhana, Kompas Bidik, benang nilon, spidol, meteran, lakban, penggaris, dan kertas hvs, proses pengukuran dilakukan dengan sangat "khusyuk". Dibantu oleh salah satu takmir masjid, pengukuran diselesaikan dalam waktu sekitar 90 menit. Hal ini dikarenakan saat pengukuran, Fathur sambil "ngobrol" melakukan penyuluhan tentang ke-masjid-an.
"Masjidnya sudah bagus, langit-langitnya bagus, tembok kanan kiri depan belakang juga mulus, tetapi yang terpenting adalah shaf yang lurus, serta akurat menghadap qiblat," kata Fathur sambil memegang kompas di tangan kanannya.
