Talk Show Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kabupaten Banyumas

Oleh penyuluh
SHARE

Penyuluh Agama Islam_Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, hari ini kamis 25 Maret 2021 merefleksikan Isro'Mi'roj Nabi Muhammad SAW melalui acara Talk Show bersama 3 Nara Sumber. Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilaahi oleh Ustadz Singgih Muallim, S.H., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwokerto Selatan.

Nara Sumber pertama, Beliau Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Bapak Drs.H. Akhsin Aedi,.M.Ag. Beliau mengawali arahan agar kita dapat menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri di manapun berada. Berkaitan dengan Isro' Mi'roj, Beliau menyampaikan surat Al-Isro' ayat 1 dengan pesan agar kita senantiasa mensucikan diri dari segala kesalahan dan dosa, evaluasi diri, mengambil pembelajaran dengan menemui para pendahulu, pembelajaran masa kini (shalat) dan pembelajaran masa depan.

Beliau juga mengharapkan para penyuluh agar dapat memakmurkan masjid, menjadi contoh meramaikan masjid mushalla. Pada ayat tersebut, juga ada pesan tentang keberkahan (alladzii baaroknaa haulahu), yaitu berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain. Ada juga pesan yang tidak kalah pentingnya yaitu jangan sombong karena aktivitas manusia senantiasa diawasi oleh Allah SWT.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Bpk. Ibnu Asaddudin, S.Ag.,M.Pd. juga menyampaikan pesan agar kita mencermati efek dari shalat, yaitu jadilah manusia yang senantiasa ada kemajuan, kehadiran orang lain atau pemimpin dapat merubah kinerja dan tetaplah menjadi orang yang baik dan berpikir maju dalam keadaan apapun.

Nara Sumber Kedua, Muh khoerony Rosyid, S.Sy atau Gus Khoiron, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ajibarang menyampaikan bahwa Isro'Mi'roj harus diimani adanya. Beliau juga menambahkan bahwa keadaan sebelumnya, seperti perdebatan langit dan bumi, meninggalnya istri dan pamannya yang dikenal dengan tahun kesedihan (amul huzni) bukanlah sebab Isro'Mi'roj Nabi Muhammad SAW, karena ada atau tidaknya keadaan 'aamul Huzni atau kisah lainnya, Isro' Mi'roj tetap akan terjadi, sebagaimana hukum haramnya daging babi, khamr, masa 'iddah dan lain sebagainya.

Nara Sumber selanjutnya adalah Kyai Karimul Wafa, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Purwojati. Beliau menyampaikan refleksi Isro' Mi'roj secara substansial dengan mengambil ayat Al-Qur'an surat Al-Isro' ayat 1 menunjukan bahwa Allah-lah yang memperjalankan Jasad dan Ruh Nabi Muhammad SAW (Abdun). Selanjutnya beliau menyampaikan makna linuriyahuu yaitu banyaknya kejadian yang Rasulullah SAW temui dan selalu dipertanyakan kepada Malaikat Jibril. Semuanya untuk memperlihatkan kekuasaan Allah SWT dan menggambarkan umat Nabi. 

Beliau juga menyampaikan hasil Isro'Mi'roj yaitu kewajiban shalat 5 waktu dimana kita umat Islam supaya mendirikan shalat bukan melakukan shalat agar tujuannya dapat tercapai yaitu mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Acara ditutup dengan do'a dipimpin oleh H. Ma'mun Al-Kahfi, S.H.I. M.Si., Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Kedungbanteng.

(Amin;S/pokjaluhbanyumas)