HUT RI #81

Tata Hati Sebelum Belajar, MTs Nurul Iman Cikembulan Terapkan Pembiasaan Sholat Dhuha dan Baca Al Quran

Oleh kemenag Banyumas1
SHARE

Pekuncen — Sebelum bel tanda dimulainya kegiatan belajar-mengajar (KBM) berbunyi, suasana di MTs Nurul Iman Cikembulan setiap pagi selalu diawali dengan aktivitas yang berbeda dari kebanyakan sekolah pada umumnya. Alih-alih langsung masuk ke ruang kelas untuk menerima pelajaran, seluruh siswa lebih dulu melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan mengaji Al-Qur'an bersama-sama. Rutinitas ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan harian di madrasah tersebut, sebagai wujud penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Rabu (09/09)

Setiap pagi, sebelum jam pelajaran pertama dimulai, siswa-siswi MTs Nurul Iman Cikembulan diarahkan untuk mengambil air wudhu dan bersiap melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah di area yang telah disediakan. Kegiatan ini dilakukan secara tertib dengan pengawasan dan bimbingan dari para guru, memastikan seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat sebelum memulai aktivitas belajar.

Pembiasaan sholat Dhuha di pagi hari bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan kedekatan siswa dengan ibadah sejak dini. Sholat Dhuha yang termasuk dalam kategori sholat sunnah ini dipilih sebagai pembuka rangkaian aktivitas harian karena dianggap mampu menata hati dan pikiran siswa sebelum menghadapi berbagai mata pelajaran sepanjang hari.

Setelah rangkaian sholat Dhuha selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji Al-Qur'an secara bersama-sama. Siswa membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara bergiliran atau serentak sesuai dengan metode yang telah ditetapkan oleh masing-masing pembimbing. Kegiatan mengaji ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kelancaran bacaan, tetapi juga menjadi sarana penguatan hafalan serta pemahaman siswa terhadap kandungan Al-Qur'an secara bertahap.

"Kami ingin siswa terbiasa mengawali harinya dengan hal-hal yang baik. Dengan sholat Dhuha dan mengaji setiap pagi, harapannya hati mereka menjadi lebih tenang dan siap menerima pelajaran dengan baik," ujar salah satu guru yang turut membimbing kegiatan tersebut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian pihak madrasah dalam menjalankan program ini adalah bagaimana menjadikan sholat Dhuha dan mengaji sebagai kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran siswa, bukan semata-mata kewajiban yang dijalankan tanpa makna. Melalui konsistensi pelaksanaan setiap hari, diharapkan nilai-nilai ibadah tersebut dapat tertanam secara alami dalam diri siswa, bahkan hingga mereka menyelesaikan pendidikan di madrasah dan kembali ke lingkungan masyarakat masing-masing.

Selain manfaat spiritual, kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar siswa. Suasana yang tenang setelah beribadah dipercaya dapat membantu siswa lebih fokus dan berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di kelas. Guru-guru pun mengamati bahwa siswa yang telah melalui rangkaian sholat Dhuha dan mengaji di pagi hari cenderung lebih siap secara mental dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

Sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, penerapan pembiasaan ibadah semacam ini menjadi salah satu identitas yang membedakan MTs Nurul Iman Cikembulan dari sekolah-sekolah umum lainnya. Program ini menjadi bukti bahwa penguatan karakter dan spiritualitas siswa mendapat perhatian setara dengan capaian akademik dalam proses pendidikan di madrasah tersebut.
Konsistensi pelaksanaan sholat Dhuha dan mengaji setiap pagi juga menjadi sarana efektif untuk mendekatkan siswa pada praktik ibadah secara nyata, bukan hanya melalui teori yang disampaikan di dalam kelas. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara rutin, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya ibadah secara kognitif, tetapi juga benar-benar menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak madrasah berharap program pembiasaan sholat Dhuha dan mengaji Al-Qur'an ini dapat terus berjalan secara konsisten sebagai fondasi pembentukan karakter siswa yang religius, disiplin, dan berakhlak baik. Ke depan, program semacam ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai rutinitas di lingkungan madrasah, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan yang terbawa oleh siswa dalam kehidupan mereka di luar sekolah.

Melalui langkah sederhana namun konsisten setiap pagi ini, MTs Nurul Iman Cikembulan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan keagamaan sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.