Tatap Muka Para Tokoh Dengan Polresta Banyumas
Oleh HUMAS
Sebanyak 50 peserta dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama mengikuti kegiatan Tatap Muka yang diadakan oleh POLRESTA Banyumas di Hotel Java Heritage Purwokerto. Sabtu (19/11)
Dalam sambutannya Wakasat Binmas Iptu Purwoto, mewakili Kapolresta Banyumas , menyampaikan bahwa kegiatan tatap muka dengan tokoh agama tokoh masyarakat , FKUB bertujuan untuk menjalin kebersamaan di wilayah Banyumas.
" Tujuan Kegiatan ini salah satunya adalah untuk belanja masalah, semoga apa yang disampaikan disini bisa menjadikan masukan bagi kami." Ujarnya.
Hadir dalam Tatap Muka Wakil Ketua FKUB Dr. Supani , MA, dan Ketua MUI KH . Taefur Arofat selaku narasumber . Pendeta , Kepala Kelurahan di eks Kotip Purwokerto , Pengurus FKUB , GM FKUB
Salah satu tugas dari FKUB adalah melakukan dialog , menampung dan menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat serta memberikan rekomendasi ke pemerintah.
" Terkait dengan sudah mendekatinya tahun pemilu , semua agama mendukung pemilu yang aman damai dan sejuk , tidak ada gejolak di masyarakat dan terjadi konflik antar satu kelompok. Disini masih diperlukan keterlibatan tokoh agama untuk dapat meredam umatnya , menjaga solidaritas antar umat beragama." terang Supani dalam paparannya.
Yang dibutuhkan dalam kemajemukan ini adalah solidaritas. Terkait dengan persoalan kemasyarakatan harus dibicarakan oleh semua agama. Harus ada sinergitas semua unsur dalam masyarakat, TNI , Polri , bersama pemerintah harus tetap terjalin, dan jangan sampai simbol simbol keagamaan kita dinodai . Ujarnya lebih lanjut.
Dalam paparannya , Ketua MUI Banyumas menjelaskan bahwa kearifan lokal harus kita hormati , jangan sampai diungkit , diusik kemudian dilanggar. Karena nantinya akan menjadi masalah baru, hal ini tidak boleh terjadi diwilayah kita.
" Tiga pilar kerukunan umat beragama yaitu Penguatan nilai multi kultural, penguatan wadah bersama contohnya FKUB, penguatan SDM yang paham akan kemajemukan bangsa." Pungkasnya.(tum)
Dalam sambutannya Wakasat Binmas Iptu Purwoto, mewakili Kapolresta Banyumas , menyampaikan bahwa kegiatan tatap muka dengan tokoh agama tokoh masyarakat , FKUB bertujuan untuk menjalin kebersamaan di wilayah Banyumas.
" Tujuan Kegiatan ini salah satunya adalah untuk belanja masalah, semoga apa yang disampaikan disini bisa menjadikan masukan bagi kami." Ujarnya.
Hadir dalam Tatap Muka Wakil Ketua FKUB Dr. Supani , MA, dan Ketua MUI KH . Taefur Arofat selaku narasumber . Pendeta , Kepala Kelurahan di eks Kotip Purwokerto , Pengurus FKUB , GM FKUB
Salah satu tugas dari FKUB adalah melakukan dialog , menampung dan menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat serta memberikan rekomendasi ke pemerintah.
" Terkait dengan sudah mendekatinya tahun pemilu , semua agama mendukung pemilu yang aman damai dan sejuk , tidak ada gejolak di masyarakat dan terjadi konflik antar satu kelompok. Disini masih diperlukan keterlibatan tokoh agama untuk dapat meredam umatnya , menjaga solidaritas antar umat beragama." terang Supani dalam paparannya.
Yang dibutuhkan dalam kemajemukan ini adalah solidaritas. Terkait dengan persoalan kemasyarakatan harus dibicarakan oleh semua agama. Harus ada sinergitas semua unsur dalam masyarakat, TNI , Polri , bersama pemerintah harus tetap terjalin, dan jangan sampai simbol simbol keagamaan kita dinodai . Ujarnya lebih lanjut.
Dalam paparannya , Ketua MUI Banyumas menjelaskan bahwa kearifan lokal harus kita hormati , jangan sampai diungkit , diusik kemudian dilanggar. Karena nantinya akan menjadi masalah baru, hal ini tidak boleh terjadi diwilayah kita.
" Tiga pilar kerukunan umat beragama yaitu Penguatan nilai multi kultural, penguatan wadah bersama contohnya FKUB, penguatan SDM yang paham akan kemajemukan bangsa." Pungkasnya.(tum)
