Teladani Rasulullah dan Khadijah, Penyuluh Beri Pembekalan Bagi Catin Berbeda Usia

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto – Pasangan calon pengantin, Andika Yuda Hermawan dan Fatimah Mega Oktaviana, mengikuti sesi Bimbingan Perkawinan (Binwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur. Bimbingan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Mohammad Yusup, sebagai bekal mental bagi keduanya yang berencana melangsungkan akad nikah pada 30 Mei 2026 mendatang. Rabu, (01/04).

Meski pihak mempelai pria (Andika) berusia lebih muda dari mempelai wanita (Fatimah), hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk membangun komitmen serius dalam ikatan pernikahan.

Dalam arahannya, Mohammad Yusup menekankan bahwa kepemimpinan dalam rumah tangga menurut pandangan Islam tidak semata-mata diukur dari faktor usia. Ia mengingatkan bahwa meskipun suami secara usia lebih muda, istri tetap memiliki kewajiban untuk menghormati dan memuliakan kedudukan suami.

"Dalam Islam, kedudukan suami adalah sebagai pemimpin keluarga. Walaupun suami berusia lebih muda, istri tetap wajib menghormati dan memuliakannya. Begitu pula sebaliknya, suami harus menyayangi dan menghargai istrinya dengan penuh kelembutan," tutur Yusup.

Guna memberikan gambaran nyata, Yusup mengajak pasangan ini untuk meneladani kisah rumah tangga Rasulullah Muhammad SAW dengan Siti Khadijah RA. Sejarah mencatat bahwa perbedaan usia yang cukup jauh di antara keduanya justru menjadi simbol keharmonisan dan kekuatan perjuangan.

"Kita bisa melihat contoh nyata pada kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW dan Siti Khadijah. Meskipun usia mereka terpaut sangat jauh, kehidupan beliau berdua sangat romantis dan harmonis. Perbedaan usia justru menjadi ruang untuk saling melengkapi dan mendukung," jelasnya.

Sebagai penutup, Yusup menambahkan bahwa kunci utama dalam menghadapi perbedaan usia adalah kedewasaan berpikir dan pengendalian emosi. Ia berharap pasangan Andika dan Fatimah dapat mengesampingkan ego masing-masing demi keutuhan rumah tangga.

"Kematangan seseorang tidak selalu ditentukan oleh angka usia, melainkan oleh pola pikir. Saya berharap Andika dan Fatimah bisa terus belajar menyelaraskan visi sehingga perbedaan usia ini tidak menjadi celah konflik, melainkan menjadi warna unik dalam rumah tangga mereka nanti," tambahnya.

Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat memantapkan langkah kedua calon mempelai menuju hari bahagia mereka di akhir Mei mendatang. (jw)