Teras Zawa Kemenag Banyumas: Selasar Hangat Lintas Agama, Tebar Kepedulian untuk Semua Keyakinan
Oleh HUMAS
Purwokerto – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan wajah agama yang menyejukkan melalui program "Teras Zawa" yang diinisiasi oleh Gara Zawa. Bertempat di selasar kantor, Kemenag Banyumas menggelar aksi berbagi paket sembako yang menyasar warga lintas iman. Kamis (12/03).
Kegiatan kali ini terasa spesial karena lebih santai dengan lesehan dan ngobrol bareng, sehingga menambah suasana kerukunan. Bantuan diberikan kepada 23 orang penerima manfaat yang merepresentasikan keberagaman agama di Banyumas, mulai dari pemeluk agama Kristen, Buddha, Hindu, hingga Konghucu.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Teras Zawa dirancang sebagai ruang inklusif untuk menebar kebaikan tanpa melihat latar belakang agama seseorang.
"Kemenag melalui Teras Zawa ini ingin menunjukkan bahwa semangat berbagi kita tidak terbatas hanya pada mereka yang seiman, melainkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat lintas agama. Inilah esensi dari kementerian yang menaungi semua umat," ujar Ibnu.
Beliau menambahkan bahwa selasar hangat ini merupakan simbol diterimanya semua golongan dalam bingkai persaudaraan kemanusiaan yang kokoh di Kabupaten Banyumas.
Senada dengan Kakan Kemenag, Kasubag TU Kemenag Banyumas, Bapak Edi, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa aksi sosial seperti ini adalah jembatan terbaik untuk merawat toleransi secara nyata.
"Bantuan ini mungkin sederhana, namun nilai persaudaraan di dalamnya sangat besar. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan membuktikan bahwa dalam kemanusiaan, kita semua bersaudara," pesan Edi saat mendampingi penyaluran bantuan.
Para penerima manfaat tampak bahagia saat menerima paket sembako. Kegiatan Teras Zawa ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag Banyumas dalam mengimplementasikan nilai-nilai Moderasi Beragama, dimana kepedulian sosial menjadi bahasa pemersatu di tengah kemajemukan.
Melalui langkah kecil di selasar hangat ini, Kemenag Banyumas berharap api toleransi dan semangat gotong royong terus menyala, menjadikan Banyumas sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi setiap pemeluk agama.
