Tiga Prinsip Membangun "Good Government" Madrasah
Oleh Seksi Penma
YOGYAKARTA - Membangun madrasah yang baik, hebat dan bermartabat memang menjadi idaman semua pengelola pendidikan madrasah. Maka seyogyanya para pengelola madrasah melaksanakan prinsip-prinsip good government. "Ada tiga prinsip yang harus dilakukan, transparansi, akuntabel dan partisipatif", tegas salah satu Konsultan Program EDM eRKAM, M. Farman saat mengisi materi Pembekalan Tim Pengajar Bimtek EDM eRKAM Batch 1 Tahun 2024 di Alana Hotel Yogyakarta, Senin (22/4). Farman menjelaskan, prinsip-prinsip good government itu dapat dilakukan di semua entitas atau lembaga sekecil apapun termasuk madrasah. Kementerian Agama saat ini sedang mengimplementasikannya melalui program EDM eRKAM.
Prinsip pertama adalah adanya transparansi atau yang lebih dikenal dengan keterbukaan. "Transparansi itu berarti memperlihatkan apa yang harus diperlihatkan, bukan semua data harus diperlihatkan", ujar Farman. Artinya, transparansi itu juga sesuai dengan wewenang masing-masing. Misalnya, data LPJ keuangan itu yang berwenang memeriksa adalah auditor, maka kepada selain auditor ya mestinya berhak menolak, karena takutnya disalahgunakan.
Yang kedua adalah prinsip akuntabel. Yaitu prinsip menjalankan segala sesuatunya berdasarkan aturan-aturan yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Prinsip akuntabel ini akan mendukung prinsip transparansi. "Madrasah akan mampu menjalankan transparansi ketika tata kelolanya sudah akuntabel, sudah sesuai dengan rel-relnya dan mampu mempertanggungjawabkan dengan baik", imbuhnya.
Dan yang ketiga adalah prinsip partisipatif. Pengelolaan madrasah yang baik adalah yang tingkat partisipasi stakeholdernya tinggi. Melibatkan semua unsur baik dari yayasan, guru, orang tua bahkan untuk tingkat MTs dan MA dapat melibatkan siswa. Keterlibatan siswa ini sangat penting, karena sejatinya pengelolaan pendidikan muaranya adalah kompetensi siswa. Maka sudah sepantasnya mereka diajak untuk berjajak pendapat dalam upaya peningkatan mutu madrasah., pungkas Farman.
Program EDM eRKAM melalui Madrasah Reform 2020-2024 saat ini sudah sampai pada tahun terakhir. Rencananya tahun ini semua madrasah (ijop 2022-red) akan diberikan bimbingan teknis EDM eRKAM. "Ada bimtek sapu jagat untuk semua yang belum bimtek, sehingga tahap 2 tahun 2024 mendatang semua madrasah sudah mengimplementasi EDM eRKAM", ujar Aji Kuswanto, salah satu pengajar Bimtek dari Banyumas. "Banyumas sendiri mendapat kuota prioritas 21 madrasah ijop 2022 sebagai sasaran Bimtek, dan 8 madrasah ijop tahun 2023 diusulkan sebagai kuota tambahan, namun yang tambahan ini menunggu keputusan dari pusat", tukas Aji. (akw)
