Tim Dari Kejagung RI Lakukan Visitasi Dan Monitoring SBSN di Purwokerto
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas)- Tim visitasi dan monitoring dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia melakukan pemantauan dan monitoring terhadap proyek pembangunan gedung madrasah, Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang dibiayai melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2024. Bagi 21 satuan kerja di Jawa Tengah, kegiatan ini bertempat di MTs N 1 Banyumas. Rabu (31/07)
Tim dari Kejaksaan Agung RI yang hadir dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek proyek, mulai dari administrasi hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
Tampak hadir dalam kegiatan visitasi Tim Kejaksaan Agung, Kabid Urais dan Kabid PHU Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah , Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Kasubbag TU, Kepala MTsN 1 Banyumas, perwakilan dari satuan kerja penerima SBSN, Pelaksana proyek, pejabat pembuat Komitmen (PPK) serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Kakan Kemenag Banyumas Ibnu Asaddudin menyampaikan bahwa kita ini sudah dibagi tugas masing masing, Seperti Kementerian Agama, Kejaksaan, Kepolisian sudah dibagi tugas masing masing sesuai dengan tugas dan tusinya.
“ Kalau wiridannya Kemenag sekarang berapa prosentase, berapa prosentase sesuai dengan target, apakah ada disparitas atau tidak. Tapi kalau wiridannya kejaksaan Agung pas atau tidak sesuai dengan standar prosedur, pas atau tidak dengan tepat guna, pas atau tidak dengan tepat sasaran.” Terangnya.
“ Apabila dua torikot itu, yakni Kementerian Agama dan Kejaksaan Agung digabung menjadi satu melaksanakan relasi maka yang terjadi adalah kasih dan sayang.” Terangnya lebih kanjut.
Ditempat yang sama, Doni tim dari Kanwil Kemenag Prov Jateng menerangkan bahwa SBSN untuk madrasah di tingkat provinsi Jawa Tengah ada 39 lokasi, PLHUT ada empat lokasi ditambah KUA 12 lokasi.
“ Dalam kegiatan ini dibagi menjadi tiga lokasi pembinaan yang pertama di Surakarta, hari kedua di Pekalongan dan hari ketiga di Banyumas, penerima SBSN disuruh kumpul di lokasi terdekat .” ujarnya.
“ Tim dari kejaksaan Agung nantinya akan keliling, mereka akan melihat dari progress yang minus akan didatangi, akan tetapi yang progresnya bagus akan aman. Pendampingan dari Kejaksaan Agung hanya Kanwil Jawa Tengah yang meminta.
Hasil dari visitasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kemajuan proyek, serta menindaklanjuti temuan jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki atau disesuaikan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan dana SBSN sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Tim dari Kejaksaan Agung RI yang diketuai oleh Prihatin, Kasubdit Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Kejaksaan Agung RI, menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh negara, guna menjamin bahwa anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan pelayanan umum. (yud)
