Tingkatkan Skill Menulis Berita, 30 Penyuluh Agama Islam Ikuti Bimtek Jurnalistik Berbasis AI.

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas, (Humas) — Sebanyak tiga puluh Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengikuti bimbingan teknis jurnalistik yang berlangsung di Aula Masjid Nur Sulaiman, Kecamatan Banyumas. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Yudi Tumenggung dari Humas Kantor Kemenag Banyumas. Kamis (26/09)

Bimbingan teknis yang bertemakan Eksistensi Penyuluh Agama Islam Yang Berwawasan Literasi Baru Di Era Digital ini bertujuan untuk mengasah keterampilan menulis berita dan melaporkan kegiatan sehari-hari para penyuluh.

Dalam sesi ini, peserta diajarkan teknik penulisan yang efektif serta cara menyusun laporan yang menarik dan informatif. Yudi menekankan pentingnya dokumentasi yang baik dalam mendukung dalam pembuatan sebuah berita sehingga masyarakat dan pembaca paham apa yang disampaikan dalam berita tersebut.

"Kegiatan seperti ini sangat penting bagi penyuluh untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan publikasi, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujar Yudi.

“ Karena selama ini kegiatan mereka yang bersinggungan langsung dengan masyarakat masih minim pemberitaan serta publikasi, sehingga masyarakat luar banyak yang tidak tahu apa saja kegiatan mereka.” Ujarnya lebih lanjut

Peserta terlihat antusias dan aktif berpartisipasi dalam diskusi, serta praktik penulisan yang diselenggarakan. Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan para penyuluh dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugas dan perannya di tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Panitia Asnawi menyampaikan bahwa bimbingen teknis jurnalistik bagi penyuluh baru pertama kali diadakan di tahun 2024 ini. Terutama di era globalisasi saat ini yang semuanya serba digital dan cepat, jadi mereka harus bisa mengikuti.

“ Harapan kami teman teman penyuluh yang kesehariannya dilapangan bersama dengan masyarakat bisa mempublikasikan kegiatan mereka, sehingga masyarakat luas bisa mengetahui. Semoga dilain waktu kami juga dapat mengadakan kegiatan sejenis dengan topik yang lain” Terang Asnawi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas penyuluh agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan.(yud)