Tumbuhkan Rasa Nyaman dalam Ikatan Cinta
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di ruang sederhana yang sarat makna di KUA Jatilawang, sepasang calon pengantin, Ady Saputra dan Eka Rahmawati, duduk dengan penuh khidmat mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Muhammad Taubah. Selasa (17/03)
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Taubah mengangkat tema yang tampak sederhana namun sangat mendalam bagi kehidupan rumah tangga: belajar membuat pasangan merasa nyaman di sisi kita.
Suasana bimbingan berlangsung hangat dan penuh perenungan. Dengan tutur kata yang lembut dan sarat makna, Muhammad Taubah mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar pertemuan dua insan yang saling mencintai, tetapi perjalanan panjang dua hati yang belajar saling menenangkan, saling menguatkan, dan saling menjadi tempat pulang.
“Dalam rumah tangga,” ungkapnya dengan penuh keteduhan, “yang paling dicari oleh pasangan bukan hanya cinta yang besar, tetapi rasa nyaman yang membuat hati selalu ingin kembali.”
Ia menjelaskan bahwa kenyamanan dalam hubungan suami istri tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari sikap saling menghargai, kesediaan untuk mendengar, kelembutan dalam bertutur kata, serta kesediaan menerima pasangan dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Menurutnya, rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah yang selalu dipenuhi tawa tanpa masalah, melainkan rumah yang mampu menghadirkan ketenangan ketika masalah datang. Di sanalah suami dan istri belajar menjadi pelindung satu sama lain, bukan menjadi sumber luka bagi pasangannya.
Dalam bimbingan yang penuh sentuhan spiritual itu, Muhammad Taubah menggambarkan bahwa pasangan hidup seharusnya menjadi tempat paling aman bagi hati untuk beristirahat setelah lelah menghadapi kerasnya kehidupan di luar rumah.
“Jika seorang suami membuat istrinya merasa dihargai, dan seorang istri membuat suaminya merasa dihormati, maka rumah tangga akan berubah menjadi taman yang menenangkan jiwa,” tuturnya.
Ady Saputra dan Eka Rahmawati tampak mendengarkan dengan penuh perhatian. Di wajah mereka tergambar keseriusan sekaligus harapan—bahwa perjalanan rumah tangga yang akan mereka mulai kelak bukan sekadar ikatan formal, melainkan tempat tumbuhnya ketenteraman dan kasih sayang yang tulus.
Program Bimbingan Perkawinan yang dilaksanakan oleh KUA Jatilawang ini merupakan bagian dari upaya memberikan bekal kepada calon pengantin agar memasuki kehidupan rumah tangga dengan kesiapan mental, emosional, dan spiritual. Melalui bimbingan tersebut, para calon pasangan diajak memahami bahwa membangun keluarga sakinah memerlukan kesabaran, pengertian, serta komitmen untuk terus belajar satu sama lain.
Di penghujung kegiatan, Muhammad Taubah menyampaikan pesan yang begitu menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga yang bahagia bukanlah tentang siapa yang paling benar, melainkan siapa yang paling tulus menjaga perasaan pasangannya.. Sebuah senyuman yang tulus, kata-kata yang lembut, dan kehadiran yang membuat pasangan merasa selalu pulang ke tempat yang paling nyaman di dunia.
