HUT RI #81

Alat Terbatas, Akal Menembus Batas: Kreativitas Dua Pegawai KUA Baturraden dalam Tata Arsip Pernikahan

Oleh KUA baturraden
SHARE

Baturraden — Proses penataan arsip bersejarah di Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden, tidak hanya memperlihatkan kekompakan tim, tetapi juga memunculkan sisi kreatif dan adaptif para pegawainya. Dua staf KUA, Asror dan Akhmad Arifudin, berhasil mencuri perhatian melalui aksi cerdik mereka dalam menyiasati keterbatasan peralatan kantor. Kamis (02/07)

Setelah dokumen-dokumen pernikahan dari era 1980-an dan 1990-an selesai dipilah dan disusun rapi oleh jajaran pegawai lainnya, tahap krusial yang harus dilakukan adalah penjilidan. Tugas akhir ini diamanatkan kepada Asror dan Akhmad. Namun, tantangan teknis muncul: volume bendel arsip yang harus dijilid sangat masif, sementara alat penjilid yang tersedia memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga prosesnya tidak mungkin diselesaikan dalam satu waktu sekaligus.

Berhadapan dengan kendala tersebut, Asror dan Akhmad tidak lantas kehabisan akal. Sambil menanti giliran berkas diproses oleh mesin jilid, mereka mencari cara agar tumpukan kertas tua yang mengembang tersebut bisa padat dan mudah disatukan.

Dengan penuh inisiatif, mereka melakukan teknik press (penekanan) secara manual yang terbilang unik namun sangat solutif. Keduanya menata tumpukan berkas tersebut, meletakkan sebuah kursi di atasnya, lalu menahannya menggunakan beban tubuh mereka sendiri. Langkah taktis ini terbukti efektif untuk meratakan dan memadatkan lembaran-lembaran arsip sebelum diikat kuat dan dijilid permanen.

Aksi spontan dari kedua pegawai ini sontak mengundang senyum dan apresiasi dari Kepala KUA Baturraden, Muson. Beliau memberikan pujian tinggi atas dedikasi serta cara berpikir out of the box yang ditunjukkan oleh Asror dan Akhmad di tengah tantangan fasilitas.

"Ini adalah contoh nyata dari sikap yang sangat kreatif dan adaptif. Ketika alat terbatas, maka akal harus bisa menembus batas. Apa yang dilakukan oleh Pak Asror dan Pak Akhmad membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah sebuah halangan untuk tetap bekerja secara profesional dan memberikan hasil yang maksimal," ungkap Muson.

Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang ditunjukkan oleh para pegawai ini semakin menegaskan kualitas SDM di KUA Baturraden. Di balik keterbatasan yang ada, semangat pengabdian, keluwesan dalam berpikir, serta niat yang kuat untuk menjaga dokumen negara terbukti mampu melahirkan inovasi-inovasi sederhana namun berdampak besar. (Fth)